Penjual Genteng Pemalang Minta Gentengisasi Prabowo Gunakan Jenis Natural

Juhri (54) penjual genteng di Desa Taman, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang menunjukan genteng natural/PUSKAPIK/ERIKO GARDA DEMOKRASI

Penjual genteng Pemalang mendukung program gentengisasi Prabowo dan meminta penggunaan genteng natural karena dinilai lebih sejuk, ramah lingkungan, dan menekan panas.

“Karena biar nyaman, adem pakai genteng, kalau seng itu panas,” ungkap Juhri.

Meski mendukung penuh program gentengisasi, Juhri mengusulkan agar pemerintah nantinya mempertegas aturan terkait jenis genteng yang digunakan dalam kebijakan tersebut.

Ia berharap genteng yang dipakai adalah genteng natural, bukan genteng berlapis keramik yang mengilap.

“Kalau bisa ada aturan jangan genteng lapis keramik yang mengkilap, itu nanti tetap saja pemanasan global, harusnya yang natural atau dop, jangan yang mengkilap,” jelas Juhri.

Juhri kemudian menyinggung perubahan kondisi cuaca di wilayah Randudongkal, Kabupaten Pemalang, yang menurutnya semakin panas dibandingkan beberapa dekade lalu.

Perubahan iklim tersebut, kata Juhri, tidak lepas dari banyaknya rumah yang beralih menggunakan atap seng atau galvalum.

“Tahun 1997 Randudongkal itu adem, sekarang itu panas, karena dihantam pakai atap galvalum. Galvalum itu sifatnya memantulkan cahaya,” terang Juhri.

Oleh karena itu, ia kembali menegaskan harapannya agar kebijakan gentengisasi benar-benar diarahkan pada penggunaan genteng natural yang dinilai lebih bersahabat dengan lingkungan.

Seperti diketahui, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mewacanakan program gentengisasi nasional yang bertujuan menyeragamkan penggunaan atap rumah.

Wacana tersebut disampaikan Prabowo dalam acara Taklimat Presiden RI pada Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Jawa Barat, Senin 2 Februari 2026.

Halaman 2 dari 3

Artikel Terkait