Penjualan Solar di SPDN Tanjungsari Pemalang Anjlok 2.000 liter per hari

Penjualan solar bersubsidi di TPI Tanjungsari, Kabupaten Pemalang, turun drastis menjadi rata-rata 2.000 liter per hari akibat cuaca ekstrem.
PEMALANG, puskapik.com - Penjualan solar bersubsidi untuk nelayan di TPI Tanjungsari, Kabupaten Pemalang rata rata 2.000 liter per hari, hal itu disebabkan sedang cuaca ekstrem.
Saat kondisi normal, penjualan solar bisa mencapai 6.000 liter per hari, sebab banyak nelayan yang melaut banyak sehingga konsumsi solar mengikuti kebutuhan.
"Cuaca ekstrem yang terjadi beberapa bulan terakhir sangat berdampak terhadap penjualan solar bersubsidi di TPI Tanjungsari, Pemalang. Para nelayan tidak berani melaut sebab sering terjadi gelombang tinggi yang membahayakan para nelayan saat di tengah laut," ujar Ahmad Tibrani, Senin (2/2).
Ia mengatakan, selain berdampak pada penjualan bahan bakar, kondisi itu juga berpengaruh pada pendapatan nelayan yang menggantungkan hidupnya dari hasil tangkapan laut. Banyak nelayan terpaksa menghentikan sementara aktivitas melaut dan mencari pekerjaan alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Baca Juga: 24 Warga Kajen Terdampak Tanah Bergerak Dapat Bantuan dari PMI Kabupaten Tegal
Pihaknya berharap kondisi cuaca segera membaik agar aktivitas nelayan kembali normal dan roda perekonomian masyarakat pesisir bisa kembali bergerak. Sementara itu, nelayan diimbau untuk tetap memperhatikan informasi prakiraan cuaca dari instansi terkait dan mengutamakan keselamatan saat melaut.
“Saat ini kondisi cuaca sedang tidak bersahabat, sebab terjadi gelombang tinggi, dan angin kencang. Bahkan dari Syahbandar, Polisi Air, TNI AL memasang bendera hitam di muara sungai sebagai tanda bahaya,” ujar Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Pemalang, Abul Hasan, dalam berita sebelumnya.
Dia mengatakan, kondisi cuaca yang terjadi di laut sangat berpengaruh terhadap aktifitas nelayan sehingga berdampak pada penjualan solar bersubsidi. SPDN Tanjungsari hanya melayani untuk para nelayan di TPI Tanjungsari, sehingga kuota nya disesuaikan dengan kebutuhan.
Apabila mereka tidak melaut, otomatis penjualan solar anjlok, sebab tidak ada nelayan yang membeli solar. Kondisi sangat ekstrem sehingga ada himbauan dari otoritas kelautan Syahbandar mengibarkan bendera hitam sebagai tanda bahaya apabila melaut. Hal tersebut berdasarkan kondisi cuaca dan kejadian kecelakaan air di muara sungai Tanjungsari. **


