24 Warga Kajen Terdampak Tanah Bergerak Dapat Bantuan dari PMI Kabupaten Tegal

Senin, 2 Februari 2026 | 16.49
Ketua PMI Kabupaten Tegal Iman Sisworo menyerahkan bantuan sembako kepada warga Dukuh Blimbing,  Desa Kajen, Kecamatan Lebaksiu, yang terdampak tanah bergerak, Senin, 2 Februari 2026.
Ketua PMI Kabupaten Tegal Iman Sisworo menyerahkan bantuan sembako kepada warga Dukuh Blimbing, Desa Kajen, Kecamatan Lebaksiu, yang terdampak tanah bergerak, Senin, 2 Februari 2026.

PMI Kabupaten Tegal menyalurkan bantuan sembako kepada 24 KK terdampak bencana tanah bergerak di Desa Kajen, Lebaksiu, guna meringankan beban warga.

SLAWI, puskapik.com - Bantuan berupa paket sembako disalurkan palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal kepada warga yang terdampak bencana tanah bergerak di RW 09 Dukuh Blimbing, Desa Kajen, Kecamatan Lebaksiu, Senin ,2 Februari 2026.

Bantuan diserahkan oleh Ketua PMI Kabupaten Tegal Iman Sisworo secara simbolis kepada 5 kepala keluarga didampingi Perangkat Desa Kajen, Kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal.

Iman menuturkan, bantuan diberikan kepada 24 kepala keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan paling parah.

Baca Juga: Terminal Tipe C Akan Dibangun di Eks Bina Marga, Ini Rencana Dishub Kota Tegal

"Semoga bantuan ini dapat meringankan beban warga terdampak bencana tanah bergerak," tutur Imam Sisworo.

Bencana tanah bergerak terjadi pada tanggal 23 - 26 Januari 2026. Penyebab Hujan intensitas tinggi dan struktur tanah labil. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.

Sebelumnya dalam tinjauan ke lokasi pada Jumat (30/1) Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menyarankan 24 KK untuk direlokasi. Upaya lain yang akan diupayakan Pemkab Tegal yakni penyodetan Sungai Gung.

Baca Juga: Tampil di Kandang Cina, Barongsai Kota Tegal Bawa Pulang Perunggu

Pemkab Tegal juga akan mengusulkan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar mendapat bantuan hibah rehabilitasi rekonstruksi (RR).

" Nanti ada bantuan huntap ( hunian tetap) agar masyarakat bisa menempati rumahnya lebih aman, ketimbang disini tidak aman,tidak nyaman, risikonya tinggi kalau malam tiba- tiba banjir , saya khawatir," tutur Bupati Ischak. **

Artikel Terkait