Tuntas Tugas Bencana Sumatera, 3 Relawan PMI Pemalang Dapat Penghargaan

Tiga relawan PMI Pemalang mendapat penghargaan dari Bupati usai menuntaskan misi WASH penyaluran air bersih bagi korban banjir dan longsor di Sumut.
PEMALANG, puskapik.com – Tiga relawan PMI Kabupaten Pemalang mendapat penghargaan usai bertugas mengamankan distribusi air bersih bagi ribuan warga terdampak banjir dan longsor di Sumatera Utara dalam misi WASH.
Mereka menerima penghargaan langsung dari Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, dalam upacara resmi di halaman Pendopo Kabupaten Pemalang, Senin 5 Januari 2026.
Ketiganya ialah Syaisar Nugroho, Nur Pujianto, dan Marshito yang telah menuntaskan penugasan selama sebulan di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah.
Baca Juga: Operasi SAR Pendaki Hilang di Gunung Slamet Diperpanjang
Mereka diberangkatkan oleh PMI Pusat pada awal Desember 2025 untuk memperkuat respons darurat krisis air bersih setelah banjir dan longsor merusak sumber air serta jaringan distribusi di dua wilayah tersebut.
Mengacu pada Surat Tugas Nomor: 451/1.02.00/PB/XII/2025, tim dari Pemalang ditugaskan di sektor Water, Sanitation, and Hygiene (WASH), dengan fokus utama pendistribusian air bersih melalui jalur darat dengan armada tangki.
Upaya tersebut dilakukan di tengah keterbatasan akses, jalan terputus, dan instalasi air yang belum pulih.
Baca Juga: Anggota DPRD Pemalang Desak Penataan PKL City Walk
Ketua PMI Kabupaten Pemalang, Akhmad Patah, menyebut penghargaan tersebut sebagai pengakuan atas komitmen relawan di garda depan.
"Penghargaan dari Bapak Bupati hari ini adalah bentuk apresiasi atas keberanian dan ketulusan tiga relawan kami. Mereka berangkat meninggalkan keluarga demi tugas negara." ujar Akhmad Patah.
"Harapannya, semangat ini menjadi motivasi bagi seluruh kader PMI di Pemalang," imbuhnya.
Baca Juga: Harlah ke 53 tahun, PPP Pemalang Siapkan Verifikasi untuk Pemilu
Pengalaman lapangan meninggalkan kesan mendalam bagi para relawan. Syaisar Nugroho, yang kembali ke Pemalang pada 1 Januari 2026, mengungkapkan tantangan medan yang dihadapi tim.
"Kondisi di Sibolga dan Tapanuli Tengah cukup menantang karena akses yang sulit. Namun, melihat senyum warga saat armada tangki air bersih kami datang adalah bayaran yang setimpal." tuturnya.
"Kami berterima kasih atas dukungan penuh dari PMI dan Pemkab Pemalang," ungkap Syaisar.
Baca Juga: Pemda Brebes Serahkan DPA 2026, Bupati Paramitha Dorong OPD dan BUMD Kawal Program
Sementara itu, Bupati Anom Widiyantoro menegaskan bahwa kontribusi relawan bukan hanya soal bantuan teknis, tetapi juga soal membawa marwah Pemalang di tingkat nasional.
Dalam sambutannya, Anom Widiyantoro menyebut ketiga personel sebagai teladan kolaborasi kemanusiaan yang patut dicontoh.
“Mereka bukan sekadar relawan, tetapi representasi wajah Pemalang yang tangguh, peduli, dan hadir ketika bangsa membutuhkan. Ini adalah kebanggaan daerah,” tegasnya.
Penghargaan tersebut menutup rangkaian misi panjang yang menunjukkan bahwa relawan daerah mampu berkontribusi pada penanganan bencana skala nasional. **



