Guru, Tak Sekadar Mengajar, Mendidik  Adalah Kerja Hati

Kamis, 8 Januari 2026 | 17.26
penuls guru
Mughni Ma'mun

Mengajar bukanlah sekadar aktivitas rutin di ruang kelas, bukan pula hanya proses transfer ilmu dari guru kepada murid.

Baca Juga: Jalan Cinanas-Pruwatan Brebes Ambles Sepanjang 35 Meter, Kendaraan Kesulitan Lewat

Guru harus hadir sebagai teladan, sebab apa yang dilihat murid sering kali lebih membekas daripada apa yang didengar. 

Di mata murid, guru adalah figur “sempurna” yang akan dicontoh dalam sikap, tutur kata, hingga cara berpikir. Karena itu, kreativitas dalam pembelajaran menjadi keharusan, agar proses belajar tidak hanya bermakna, tetapi juga menyenangkan dan membekas.

Ironi Bayang-bayang Dunia Pendidikan Kita.

 Di balik tanggung jawab besar yang dipikul, masih banyak guru,terutama guru honorer yang kesejahteraannya jauh dari kata layak. 

Honor yang diterima bahkan kerap kalah jauh dibandingkan profesi lain dengan tingkat tanggung jawab yang tidak sebesar peran seorang pendidik.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mendasar, “bagaimana guru dapat terus mengembangkan kreativitas, berinovasi, dan mengajar dengan sepenuh hati, jika kebutuhan dasarnya saja belum terpenuhi secara layak?”

Sudah saatnya pendidikan tidak hanya menuntut pengabdian, tetapi juga menghadirkan keadilan. 

Menghargai guru bukan semata lewat pujian dan seremonial tahunan, melainkan dengan memastikan kesejahteraan yang memadai. 

Baca Juga: Gedung Tua di Alun-alun Pemalang Menyimpan Jejak Peradilan Kolonial

Halaman 2 dari 3

Artikel Terkait