Buka Peluang Kerja, Baznas Kabupaten Tegal Fasilitasi 43 Warga Kurang Mampu Jadi Satpam Bersertifikat

Jumat, 17 Juli 2026 | 15.58
Peserta Pendidikan dan Pelatihan Satpam Gada Pratama Angkatan IV Tahun 2026 menghadiri pembukaan kegiatan dan pembekalan di Gedung PKK Kabupaten Tegal, Jumat ,17 Juli 2026. Kegiatan tersebut digelar oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tegal dalam rangka mengentaskan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi.
Peserta Pendidikan dan Pelatihan Satpam Gada Pratama Angkatan IV Tahun 2026 menghadiri pembukaan kegiatan dan pembekalan di Gedung PKK Kabupaten Tegal, Jumat ,17 Juli 2026. Kegiatan tersebut digelar oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tegal dalam rangka mengentaskan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi.

Baznas Kabupaten Tegal memfasilitasi 43 warga kurang mampu mengikuti Diklat Satpam Gada Pratama gratis guna meningkatkan keterampilan dan membuka peluang kerja.

SLAWI, puskapik.com – Langkah nyata dalam memutus rantai kemiskinan terus digalakkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tegal.

Kali ini, sebanyak 43 warga dari kategori mustahik (kurang mampu) difasilitasi untuk mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Satpam Gada Pratama Angkatan IV Tahun 2026 secara gratis.

Program pemberdayaan ekonomi yang meloloskan 40 pria dan 3 wanita ini digelar selama sembilan hari di Gedung SUPM Kota Tegal.

Baca Juga: Wabup Nurkholes Prihatin Peredaran Narkoba di Pemalang Kian Marak

Dalam pelaksanaannya, Baznas menggandeng mitra strategis yakni PT Surya Artha Wiguna (SAW) dan Polres Tegal Kota untuk memastikan standar pelatihan yang profesional.

Ketua Baznas Kabupaten Tegal, Akhmad Rofiqi, menegaskan bahwa investasi terbaik untuk mengentaskan kemiskinan adalah melalui peningkatan keahlian kerja.

Melalui diklat intensif ini, para peserta dibekali kemampuan fisik, kedisiplinan, etika profesi, hingga pelayanan prima.

Baca Juga: Lebih dari 180 Desa Bentuk KDMP, Pemalang Akan Fokus ke Tahap Operasional

"Kami tidak hanya memberikan pelatihan fisik, tetapi juga kompetensi regulasi. Begitu lulus, mereka langsung mengantongi dua dokumen penting, yaitu sertifikat kualifikasi Gada Pratama dan sertifikat K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja)," ujar Akhmad Rofiqi seusai acara pembekalan di Gedung PKK Kabupaten Tegal, Jumat,17 Juli 2026.

Rofiqi menambahkan, program berkelanjutan ini terbukti efektif. Dari empat angkatan yang sudah berjalan, Baznas telah melahirkan 300 alumni tersertifikasi.

Mayoritas dari mereka kini telah berhasil terserap dan bekerja di berbagai instansi resmi serta perusahaan swasta, baik di dalam maupun di luar area Kabupaten Tegal.

Hadir membuka acara, Kepala Dinas Perindustrian, Transmigrasi, dan Tenaga Kerja (Perintransnaker) Kabupaten Tegal, Supriyadi, memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan Baznas ini.

Menurutnya, langkah ini sangat membantu pemerintah dalam menekan angka pengangguran terbuka.

"Dunia kerja saat ini sangat kompetitif dan berbasis sertifikasi resmi. Profesi Satpam kini menjadi pilar strategis dalam operasional dunia usaha dan pelayanan publik. Lewat modal sertifikat dan karakter disiplin ini, para peserta kini punya daya saing tinggi untuk langsung bekerja," pungkas Supriyadi. **

Artikel Terkait