Gunung Slamet Tertutup Kabut, Asap Kawah Tak Terlihat, Ini Penjelasannya

Kamis, 7 Mei 2026 | 08.58
Kabut tebal menutupi Gunung Slamet yang membuat tidak bisa teramati. (Dok)
Kabut tebal menutupi Gunung Slamet yang membuat tidak bisa teramati. (Dok)

Update Gunung Slamet 6 Mei 2026, asap kawah tak teramati akibat kabut tebal. Status gunung masih Level II Waspada.

SLAWI, puskapik.com - Update kondisi Gunung Slamet terkini yang teramati dari Pos Pengamatan Gunung Slamet di Desa Gambuan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang per 24 jam, 6 Mei 2026. Hasil pengamatan, asap kawah tidak bisa teramati.

Dilansir dari MAGMA Indonesia yang dilaporkan oleh Petugas Pos Pengamatan Gunung Slamet Gambuan, Deri Al Hidayat, A.Md, secara klimatologi cuaca cerah hingga hujan. Angin lemah ke arah utara dan barat. Suhu udara sekitar 21-27.9°C. Kelembaban 71-89%.

Baca Juga: Harlah ke-92 GP Ansor Kabupaten Tegal, Gelar Ziarah Hingga Mini soccer

Pengamatan visual gunung api tertutup Kabut 0-I hingga tertutup Kabut 0-III, sehingga asap kawah tidak teramati. Dari berbagai literasi, menunjukkan tingkat keterlihatan kawah gunung berapi akibat kabut.

Ini menunjukkan kabut tipis hingga tebal menutupi puncak. Kabut 0-I = 1/3, 0-II = 2/3, 0-III = seluruh tubuha atau puncak tertutup kabut. Kondisi itu yang seringkali menghambat pemantauan visual langsung terhadap aktivitas asap kawah gunung berapi.

Baca Juga: Komunitas Sungai Watch Saat Tiba di Batang, Disambut Bupati Faiz Dukung Kampanye Run for Rivers

Pengamatan kegempaan terjadi 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 6 mm, S-P 22.8 detik dan lama gempa 96 detik. Selain itu, terjadi 1 kali gempa Tremor Menerus dengan amplitudo 0.5 mm, dominan 0.5 mm.

Secara keseluruhan disimpulkan, Gunung SlametTingkat Aktivitas Level II (Waspada). Masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak berada/beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah puncak Gunung Slamet.

Artikel Terkait