Sambut ETK, Kwarcab Tegal Bantu Remaja Penderita TBC di Danaraja

Kwarcab Tegal dan berbagai pihak membantu remaja penderita TB Milier di Danaraja melalui bantuan oksigen, layanan kesehatan, gizi, dan donasi.
SLAWI, puskapik.com – Kwarcab Pramuka Kabupaten Tegal bersama Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) dan Pemerintah Desa Danaraja menggelar aksi bakti sosial dengan mengunjungi Rojanatun (15 tahun 5 bulan), seorang remaja yang mengidap TB Milier.
Kunjungan kemanusiaan ini merupakan salah satu rangkaian menyambut Estafet Tunas Kelapa (ETK) Kwarda Jawa Tengah 2026 di Kabupaten Tegal , Selasa (8/9/2026).
Kondisi Rojanatun saat ini cukup memprihatinkan karena jaringan paru-parunya mengalami kerusakan parah. Akibatnya, ia harus bergantung penuh pada tabung oksigen non-stop (24 jam) dengan aliran 2 liter per menit.
Baca Juga: Kedatangan Estafet Tunas Kelapa di Pemalang Disambut Meriah Warga Pramuka
Sekretaris Desa Danaraja, Tugiman mengungkapkan bahwa ini adalah kasus pertama di wilayahnya yang memicu gerakan gotong royong berskala besar. Banyak pihak langsung turun tangan untuk meringankan beban keluarga, di antaranya dari
Baznas Kabupaten Tegal yang telah menyediakan pasokan tabung oksigen. Sejak pulang berobat dari tanggal 13 Agustus hingga September 2026, Rojanatun sudah menghabiskan 26 tabung oksigen, di mana satu tabungnya berkapasitas 6.000 liter seharga Rp72.000.
Kemudian Dinas Sosial (Dinsos) yang menanggung biaya bensin dan tol untuk proses penjemputan pasien di RSUP dr Sardjito Yogyakarta.
Baca Juga: Ditipu Puluhan Juta, Wiyanto Kini Sukses Bangun Kedai Antik di Kota Tegal
Dinas Kesehatan dan Puskesmas Margasari yang menyediakan ambulans dan tenaga medis untuk memantau kesehatan pasien.
Bahkan bantuan donasi datang dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Margasari. Donasi sebesar Rp700.000 langsung diwujudkan dalam bentuk susu dan makanan bergizi penunjang sesuai permintaan keluarga.
Sebelumnya, Rojanatun sempat menjalani pemeriksaan di RSUD dr. Soeselo Slawi sebelum akhirnya dirujuk dan dirawat secara intensif selama 51 hari di RSUP dr. Sardjito Yogyakarta.
Baca Juga: Seimbangkan Digital dan Motorik, Siswa SD di Kota Tegal Dapat Bantuan Sarana Menulis
Orang tua Rojanatun, Tamjid (46) dan Heriyati (45), yang bekerja sebagai buruh tani, sempat kehabisan biaya selama masa perawatan di Yogyakarta hingga akhirnya dibantu oleh lintas instansi tersebut.
Kondisi keluarga Rojanatun memerlukan perhatian lebih karena mereka tinggal dalam satu rumah yang dihuni oleh 7 orang (2 Kepala Keluarga). Sang ibu, Heriyati, mengidap penyakit diabetes dengan kadar gula . Sementara itu, sang nenek, Dainah (55) dan kakek, Tobari (61) merupakan penyandang tunanetra.
Ketua Badan Kehormatan PPTI Kabupaten Tegal, dr. Widodo Joko Mulyono, menekankan pentingnya kedisiplinan berobat bagi Rojanatun.