Panembahan Agung Tedjowulan Beri Nama Sasana Utama Soeryo Sutedjo Galeri Budaya Brigif-4/ Dewa Ratna

Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Panembahan Agung Tedjowulan meresmikan Galeri Budaya di Mako Brigif-4/ Dewa Ratna Slawi, Kabupaten Tegal
"Kami sampai menolak, karena tempatnya terbatas," kata pria yang akrab disapa Awe itu.
Dijelaskan, gedung Galeri Budaya sebelumnya gedung kosong yang sudah lama tidak ditempati. Pihaknya bersama Brigif-4/ Dewa Ratna sejak setahun silam, memperbaiki gedung tersebut sehingga menjadi ramai.
"Danbrigif 4/ Dewa Ratna tengah berupaya agar Galeri Budaya menjadi tempat untuk pelestarian budaya Kabupaten Tegal," katanya.
Panembahan Agung Tedjowulan yang beberapa waktu lalu, telah ditunjuk Kementerian Kebudayaan, Fadli Zon sebagai penanggung jawab pelestarian Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat itu, menceritakan kisah perjalanan hidupnya sebagai seorang tentara.
Bahkan, Mahamenteri Kasunanan Surakarta Hadiningrat ini, juga menceritakan perjalanan kariernya sebagai tentara di Batalion 407 Ujungrusi Tegal.
Baca Juga: Pengurugan Bakal Pabrik Pakan Ternak di Pemalang Tetap Boleh Jalan, Ini Alasannya
"Saat saya menjadi Komandan Batalion 407 Ujungrusi yang ke-21, tidak ada pintu gerbang, tidak ada masjid dan tidak ada tiang bendera," kata Panembahan Agung Tedjowulan.
Di awal kepemimpinannya di Batalion 407, Panembahan Agung Tedjowulan kali pertama membuat pintu gerbang, karena untuk masuknya manusia. Dilanjutkan membuat tiang bendera dan masjid. Dalam kisahnya, Panembahan Agung Tedjowulan sempat meminta anggotanya berangkat ke Mekah untuk membawa air dan pasar dari sana. Air dan pasir itu dijadikan pondasi untuk membuat masjid. Panembahan Agung Tedjowula juga memerintahkan anggotanya yang akan berangkat tugas harus sholat di masjid tersebut. Jika tidak, maka akan mati dalam bertugas.
"Saya juga sempat memerintahkan komandan kompi dan kasi untuk menginjakan kaki di puncak Gunung Slamet. Di puncak Gunung Slamet ada tempat seperti Ka'bah di Mekah," terang Panembahan Agung Tedjowulan.
Tidak hanya itu, sebagai bentuk toleransi antarumat beragama, Panembahan Agung Tedjowulan juga sempat membuat gereja di Ujungrusi. ***
Artikel Terkait

Bupati Tegal Tinjau Banjir di Bojong, Arus Lalu Lintas Dialihkan

Polres Tegal Siapkan Mushola Sementara Bagi Warga Desa Kajen

DP3AP2KB dan Muslimat NU Kabupaten Tegal Gelar Safari Pelayanan KB, Layani Pemasangan Implan dan IUD
