Penyakit Mulut dan Kuku Merebak pada Sapi di Kabupaten Tegal

PMK merebak di Kabupaten Tegal, dipicu mobilitas ternak baru. Peternak diminta waspada, lakukan vaksinasi dan jaga sanitasi kandang.
SLAWI, puskapik.com - Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) merebak pada ternak sapi di Kabupaten Tegal. Penyakit yang ditularkan virus Apthovirus ini menyerang sapi di sejumlah pengepul.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (KPTan) Kabupaten Tegal, Sugiyanto, menuturkan penularan PMK dipicu mobilitas ternak baru.
Virus terbawa dari luar daerah dan diperparah oleh faktor carrier atau pembawa penyakit dari aktivitas manusia.
Baca Juga: Jelang Idul Adha, Kendal Siapkan Juru Sembelih Kurban Bersertifikat Halal dan Higienis
"Sapi baru membawa virus PMK. Selain itu, penularan juga bisa disebabkan carrier yaitu peternak yang datang dan berpindah dari satu kandang ke kandang lain," ujar Sugiyanto, Jumat , 15 Mei 2026.
Saat ini PMK terdeteksi menyebar di sejumlah wilayah pengepul ternak di Kabupaten Tegal. Beberapa daerah yang mencatatkan kasus antara lain Lebeteng, Kramat, dan Pangkah.
Bahkan peternak yang sebelumnya dinyatakan aman kini mulai melaporkan adanya ternak yang terjangkit.
Baca Juga: BRIN Ungkap Potensi Kelengkeng Petani Lokal Batang ke Pasar Hortikultura Nasional
Sugiyanto menuturkan, banyak peternak memilih memotong paksa atau menjual paksa saat mendeteksi gejala awal PMK pada ternak mereka.
Langkah ini dinilai lebih aman secara ekonomi daripada membiarkan ternak mati atau menulari ternak lain di kandang.
"Ya masih ada jeda waktu sekitar seminggu. Begitu tahu ada gejala, langsung dijual daripada menular ke ternak lain," sebutnya.
Baca Juga: Bangun Disiplin Santri, Pondok Modern Tazakka Gandeng Kwarcab Batang Gelar Kursus Mahir Dasar
Dinas KPTan menyiagakan empat tim pemeriksaan hewan ternak yang didukung empat dokter hewan. Setiap tim terdiri dari tiga hingga empat orang tenaga medik dan paramedik veteriner.
Sugiyanto menambahkan, tren kasus PMK terjadi setiap bulan. Puncak penularan terjadi dua bulan lalu, pasca-Idulfitri, saat aktivitas jual beli ternak meningkat tajam.


