Tanah Bergerak di Desa Padasari Tegal, Ratusan Rumah Warga dan Fasilitas Umum Rusak

Tanah bergerak melanda Desa Padasari, Jatinegara, Tegal, Senin 2 Februari 2026, merusak ratusan rumah, jalan desa, dan fasilitas umum; warga dievakuasi.
SLAWI, puskapik.com – Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal kembali diguncang bencana tanah bergerak. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin, 2 Februari 2026 sekitar pukul 19.00 WIB, setelah wilayah tersebut diguyur hujan lebat sejak pukul 14.00 WIB.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tegal, Muhammad Afifudin, menyampaikan berdasarkan hasil asesmen sementara, sekitar 460 hingga 470 warga terdampak dan lebih dari 100 rumah mengalami keretakan hingga roboh. Tanah bergerak dilaporkan masih berlangsung hingga Selasa, 3 Februari 2026, sehingga berpotensi menambah kerusakan.
“Hal pertama yang kami lakukan adalah memastikan tidak ada korban jiwa. Warga yang rumahnya tidak layak huni dan rawan roboh langsung kami arahkan untuk mengungsi karena pergerakan tanah masih terus terjadi,” ujar Afifudin, Selasa (3/2/2026).
Awalnya, lokasi pengungsian dipusatkan di SD Negeri 01 Padasari, Dukuh Tigasari. Namun karena bangunan sekolah tersebut ikut terdampak pergeseran tanah, lokasi pengungsian dipindahkan ke gudang milik warga atas nama Pak Kamal di Dukuh Pengasinan, Desa Padasari. Saat ini sekitar 15 warga mengungsi terpusat, sementara warga lainnya memilih mengungsi ke rumah saudara.
Selain permukiman warga, bencana tanah bergerak juga berdampak pada fasilitas pendidikan keagamaan. Bangunan Pondok Pesantren Al Adalah dilaporkan roboh, sehingga 526 santri terpaksa dievakuasi ke lokasi yang lebih aman. Santri putri dievakuasi ke Ponpes Al Adalah 2, sedangkan santri putra ditempatkan di MTs setempat.
Hasil asesmen Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) mencatat wilayah terdampak meliputi RW 02 RT 6, 7, 8, dan 9; RW 03 RT 12, 13, 14, dan 15; RW 04 RT 10, 11, 16, 17, dan 18 di Dukuh Tigasari, serta Dukuh Padareka RW 01 RT 1, 2, dan 3.
Kerusakan juga terjadi pada infrastruktur dan fasilitas umum, antara lain jalan desa dan jalan kabupaten di tiga titik, satu bendung irigasi, serta satu jembatan desa. Fasilitas sosial yang terdampak meliputi satu mushola di RT 6 RW 02, fasilitas pendidikan seperti SD Negeri Padasari 01, SMA Al Adalah, Ponpes Al Adalah, PAUD Al-Muna Padasari, MI Padasari, dan MDTA Nurul Atfal, serta Polindes Padasari.
Untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak, PMI Kabupaten Tegal telah menyalurkan bantuan logistik berupa beras 75 kilogram, mi instan 10 dus, telur 20 kilogram, minyak goreng satu dus, dan biskuit satu dus. BPBD juga tengah menyiapkan pendirian dapur umum serta pendataan kebutuhan pengungsi untuk 14 hari ke depan.
Afifudin menambahkan, dalam waktu dekat BPBD Kabupaten Tegal akan mengundang Badan Geologi untuk melakukan kajian struktur tanah guna mengetahui tingkat kerawanan lanjutan dan menentukan langkah penanganan selanjutnya.
“Penanganan kami lakukan secara terkoordinasi bersama pemerintah desa, TNI, Polri, PMI, dan unsur terkait. Kami juga mengimbau masyarakat tetap waspada mengingat kondisi tanah masih bergerak,” pungkasnya.
Artikel Terkait

Cuaca Wisata Guci Tegal Hari Ini 26 Februari 2026, Hujan Sejak Pagi Hingga Sore

Tegal Siaga Lebaran, 350 Personel Disiagakan Amankan Idulfitri 2026

Salat Tarawih di Posko Pengungsian Korban Tanah Bergerak Padasari Tegal, Ini Rasanya
