Kelemahan Layar Smartphone Amoled, Jangan Dikasihkan Anak-Anak

Rabu, 7 Januari 2026 | 13.58
Kelemahan Layar Smartphone Amoled, Jangan Dikasihkan Anak-Anak

Layar AMOLED tampil elegan namun rapuh. Sekali jatuh, biaya ganti mahal dan kerusakan cepat menyebar, pengguna pun merugi.

SLAWI, puskapik.com - Layar amoled pada smartphone terlihat lebih elegan dan menarik. Namun, jika terjatuh terasa separuh nafas hilang. Harga yang mahal saat membeli dan mengganti layar amoled, membuat dunia serasa hampa.

Layar amoled memiliki kualitas visual lebih jernih, warna lebih tajam, hitam lebih pekat, dan tampilan lebih hidup dibanding layar LCD. Saat menenteng smartphone dengan layar amoled juga lebih gaya.

Namun, banyak pengguna mengeluhkan masalah seperti burn-in, lightsaber, atau kerusakan fisik setelah pemakaian dalam waktu tertentu.

Baca Juga: 150 Kapal Nelayan Menganggur di Pelabuhan Tegal, Ini Penyebabnya

Salah satunya pemakai smartphone asal Desa Talang, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal, Farhan. Smartphone yang dibelinya beberapa pekan lalu dengan harga di atas Rp3 juta, harus mengalami kesialan.

Handphone canggih yang dipakai anaknya terjatuh dan terinjak. Selang beberapa hari, handphone dengan layar amoled langsung berubah seperti ada tinta di layar.

"Kalau layar amoled sudah keluar tinta, maka dalam jangka waktu seminggu, layar berubah jadi unggu dan menghitam," kata Farhan yang juga pemilik konter handphone di Talang, Rabu 7 Januari 2026.

Baca Juga: Rodjo Tater, Wisata Lokal di Kabupaten Tegal Paling Diminati Wisatawan Saat Libur Akhir Tahun

Farhan juga menyampaikan, kerusakan itu melebar kebagian lain. Tak butuh waktu lama, layar amoled tidak bisa berfungsi. Namun, untuk layar LCD saat rusak atau pecah masih bisa digunakan.

Jika terpaksa harus mengganti layar, harganya sangat mahal. Bahkan, tidak hanya konter yang bisa mengganti layar amoled. Biasanya, harus ke konter resmi handphone yang rusak.

"Dijual juga pasti harganya jatuh," ujar Farhan.

Layar amoled umumnya lebih tipis karena tidak memerlukan lampu latar seperti layar LCD, namun hal ini membuatnya lebih rapuh. Ketika jatuh atau terkena tekanan, layar amoled lebih mudah retak atau mengalami garis mati.

Selain itu, perbaikan layar amoled juga lebih sulit dan sensitif dibanding LCD. Oleh karena itu, penggunaan pelindung layar dan casing sangat disarankan bagi pemilik perangkat dengan layar amoled. **

Artikel Terkait