Kolak Ubi Kuning, Inovasi Puskesmas Tegal Timur Dampingi Balita Berisiko Stunting

Selasa, 20 Januari 2026 | 17.14
Wakil Wali Kota Tegal, Tazkiyyatul Muthmainnah, membaca tabel buku pemeriksaan balita saat berkunjung ke Puskesmas Tegal Timur, beberapa waktu lalu.
Wakil Wali Kota Tegal, Tazkiyyatul Muthmainnah, membaca tabel buku pemeriksaan balita saat berkunjung ke Puskesmas Tegal Timur, beberapa waktu lalu.

Puskesmas Tegal Timur hadirkan program Kolak Ubi Kuning untuk pendampingan balita berisiko stunting dan gangguan gizi di Kota Tegal.

TEGAL, puskapik.com - Upaya penurunan angka stunting di Kota Tegal, terus diperkuat melalui inovasi layanan kesehatan.

Salah satunya dilakukan Puskesmas Tegal Timur dengan menghadirkan program Kolak Ubi Kuning, yang fokus pada pendampingan balita berisiko stunting dan gangguan gizi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tegal, M. Zaenal Abidin, mengapresiasi implementasi program tersebut karena dinilai tepat sasaran dan menyentuh langsung kebutuhan balita yang memerlukan perhatian khusus.

Baca Juga: Kepemimpinan Baru OJK Tegal Diharapkan Perkuat Stabilitas Jasa Keuangan

Menurut Zaenal, Kolak Ubi Kuning merupakan akronim dari Kolaborasi Pelayanan Kesehatan untuk Balita Khusus Weight Faltering, Underweight, Wasting dan Stunting.

Program ini dirancang untuk memastikan balita dengan masalah gizi mendapatkan pendampingan intensif dan berkelanjutan.

“Kolak Ubi Kuning menjadi langkah strategis karena menyasar langsung balita yang membutuhkan perhatian khusus dalam pemenuhan gizi. Program ini melibatkan pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat,” ujar Zaenal, Selasa 20 Januari 2026.

Program inovatif Puskesmas Tegal Timur itu juga mendapat perhatian Wakil Wali Kota Tegal, Tazkiyyatul Muthmainnah, yang sempat meninjau langsung kegiatan rutin penurunan stunting beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Investasi Jawa Tengah Pecahkan Rekor Rp 88,50 T

Dalam kunjungan tersebut, wawali yang akrab disapa Mba Iin berinteraksi dengan orang tua balita yang menjalani pemeriksaan kesehatan serta berdialog dengan kader kesehatan terkait penanganan stunting di lapangan.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait