Krisis Air Bersih Melanda Muarareja Tegal, 700 KK Terdampak

Senin, 16 Februari 2026 | 19.13
Sejumlah ember, jeriken hingga galon disiapkan warga RW 03 Kelurahan Muarareja, Kota Tegal, untuk menerima bantuan air bersih, Senin 16 Februari 2026.
Sejumlah ember, jeriken hingga galon disiapkan warga RW 03 Kelurahan Muarareja, Kota Tegal, untuk menerima bantuan air bersih, Senin 16 Februari 2026.

700 KK di Muarareja, Kota Tegal, krisis air bersih pascabencana lereng Gunung Slamet; warga hanya mengandalkan bantuan donatur.

TEGAL, puskapik.com - Krisis air bersih melanda Kelurahan Muarareja, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, Jawa Tengah, setelah bencana alam di lereng Gunung Slamet pada Januari 2026.

Sebanyak 700 kepala keluarga dari tiga RT di RW 03 Jalan Brawijaya kini hanya mengandalkan bantuan air bersih dari para dermawan.

Warga yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan mengaku telah hampir satu bulan kesulitan memperoleh air bersih.

Sumitro, warga RT 01/ RW 03, mengatakan aliran air PDAM di rumahnya tidak mengalir sama sekali sejak bencana terjadi.

Baca Juga: Tiga Sarang Narkoba Digerebek, Tim Kobra Satresnarkoba Polres Tegal Kota Ringkus Dua Pengedar Sabu

"Sejak kejadian di wilayah Guci, air PDAM tidak keluar. Kran dibuka berhari-hari tetap kosong," ujar Sumitro, Senin 16 Februari 2026.

Hal senada disampaikan Nurochim, yang mengaku terpaksa menggunakan air sumur bor saat persediaan air bersih habis.

"Kemarin dan hari ini pakai air bor, rasanya agak asin," kata Nurochim.

Ketua RW 01 Kelurahan Muarareja, Supendi mengungkapkan, pihaknya telah melaporkan kondisi tersebut kepada PDAM sejak 1 Februari 2026. Namun hingga kini belum ada tanggapan.

Supendi menduga jaringan pipa mengalami kerusakan akibat bencana, sehingga distribusi air terganggu.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait