Lintasan Jogging Alun-alun Tegal Dipoles, Warga : Permukaan Licin

Lintasan jogging Alun-alun Tegal dipoles, namun warga keluhkan permukaan licin di beberapa titik, Pemkot diminta tingkatkan aspek keselamatan pengguna.
TEGAL, puskapik.com - Pemerintah Kota Tegal kembali memoles kawasan Alun-alun dengan menghadirkan lintasan jogging di jalur luar bundaran.
Fasilitas ini disiapkan untuk mengakomodasi tingginya minat masyarakat terhadap olahraga lari.
Plt Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Tegal, Iska Aji Setyawan mengatakan, pekerjaan tersebut merupakan bagian dari pemeliharaan berkala jalan yang dibiayai APBD II tahun anggaran 2026.
"Pekerjaan lintasan lari Alun-alun Kota Tegal memiliki nilai kontrak sebesar Rp 134,5 juta, dengan waktu pelaksanaan mulai 17 April hingga 17 Juni 2026," ujar Aji, Kamis 7 Mei 2026.
Baca Juga: Kondisi Terkini Gunung Slamet, Cuaca Cerah Hingga Hujan dan Gempa Rendah
Aji menjelaskan, pekerjaan mencakup penerapan sistem manajemen keselamatan konstruksi atau SMK3, pengecatan marka jalan termoplastik non glow in the dark serta pemasangan rambu peringatan, larangan dan perintah.
Menurut Aji, lintasan tersebut terdiri dari dua jalur dengan penanda cat berwarna biru putih yang dilengkapi gambar dan tulisan di beberapa titik.
Sebelum pelaksanaan, Pemkot Tegal juga telah menggelar rapat koordinasi yang melibatkan sejumlah OPD, di antaranya Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Kepemudaan dan Olahraga dan Pariwisata, Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan serta Satlantas Polres Tegal Kota.
Baca Juga: Gubernur Luthfi: Bawang Merah Brebes Tetap Diburu Negara Lain
Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Tegal, Riandy Sholeh, menekankan pentingnya aspek keselamatan pengguna lintasan.
Riandy menyarankan adanya pembatas fisik antara jalur lari dan kendaraan.
"Perlu ada pembatas di lintasan dengan jalan. Kalau sekarang menggunakan kerucut, itu masih sementara. Termasuk penerangan harus memadai karena cukup riskan pada malam hari," kata Riandy.
Riandy juga menyoroti penataan parkir di kawasan Alun-alun yang selama ini kerap memanfaatkan area tersebut.
Di sisi lain, Kepala Satpol PP Kota Tegal, Budio Pradipto, menyebut pihaknya akan menyiapkan personel untuk pengamanan, termasuk mengantisipasi pedagang kaki lima yang berjualan di lintasan.
Respons warga pun mulai muncul. Salah seorang pelari, Tjatur, mengaku sudah mencoba lintasan tersebut bersama komunitasnya. Namun, Tjatur menilai pada beberapa titik, permukaan cat terasa licin.



