Mayoritas Guru SMP di Kota Tegal Dukung Wacana Lima Hari Sekolah

Mayoritas guru SMP di Kota Tegal mendukung wacana lima hari sekolah. Survei PGRI mencatat 92 persen guru memilih sistem lima hari belajar.
TEGAL, puskapik.com - Wacana penerapan lima hari sekolah bagi siswa Sekolah Menengah Pertama atu SMP di Kota Tegal, masih dalam tahap pembahasan dan kajian.
Persatuan Guru Republik Indonesia atau PGRI Kota Tegal menilai, kebijakan tersebut perlu dicermati secara menyeluruh sebelum diterapkan.
Ketua PGRI Kota Tegal, Eko Winarno mengatakan, pihaknya telah melakukan survei kepada seluruh guru SMP di Kota Tegal, terkait pilihan sistem lima hari sekolah atau enam hari sekolah.
Dari hasil survei tersebut, sekitar 92 persen guru menyatakan berkeinginan agar lima hari sekolah dapat diterapkan.
Baca Juga: Peradaban Islam Mbah Panggung di Kota Tegal
Sementara itu, sekitar delapan persen guru masih memilih sistem enam hari sekolah.
Menurut Eko, hasil survei tersebut tidak serta-merta menjadi dasar penerapan kebijakan, melainkan hanya sebagai bahan pertimbangan bagi pemangku kepentingan.
"Bukan berarti 92 persen yang setuju ini merasa menang dan bisa langsung dipraktikkan, karena kewenangan sepenuhnya berada di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal," ujar Eko, kepada puskapik.com, Kamis 29 Januari 2026.
Eko menjelaskan, survei tersebut dilakukan untuk menangkap aspirasi guru, terutama setelah jenjang SMA lebih dulu menerapkan sistem lima hari sekolah sejak Juli 2017.
Baca Juga: Anjing Pelacak K-9 Diterjunkan Cari Korban Longsor di Watukumpul Pemalang
Meski mayoritas guru menginginkan lima hari sekolah, Eko menegaskan bahwa pendapat guru yang masih memilih enam hari sekolah tetap harus diperhatikan dan menjadi bagian dari kajian.
Eko menyebut, terdapat sejumlah pertimbangan yang menjadi alasan sebagian guru bertahan pada sistem enam hari sekolah, salah satunya berkaitan dengan kondisi dan kebutuhan peserta didik.
"Ini menjadi keprihatinan bersama dan sudah kami sampaikan ke berbagai pihak," ujar Eko.



