Parah, Pembukaan Lahan Baru Masih Terjadi di Lereng Gunung Slamet

Minggu, 4 Januari 2026 | 09.09
Parah, Pembukaan Lahan Baru Masih Terjadi  di Lereng Gunung Slamet

Peninjauan hulu DAS Clirangan pascabanjir Guci menemukan masih adanya lahan pertanian semusim di lereng curam hutan lindung.

SLAWI, puskapik.com - Relawan Aliansi Masyarakat Peduli Hutan Lindung bersama Dinas Kehutanan Provinsi, masyarakat Guci dan perwakilan Ansor Ranting Guci melakukan peninjauan ke lokasi hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Clirangan, Gunung Slamet, pada Selasa (30/12/2025).

Peninjauan dilakukan menyusul banjir bandang yang sempat viral yang menerjang Sungai Gung Guci termasuk Pancuran 13. Dalam tinjauan tersebut, tidak ditemukan kerusakan hutan di kawasan Guci.

Namun, saat naik lebih ke atas, tepatnya di Bukit Igir Tipis di kawasan Mut Rimpak Sawangan, Kecamatan Bumijawa, mereka menemukan masih adanya garapan- garapan lahan pertanian semusim.

Baca Juga: 15 Penggarap Hutan Lindung di Guci Berhasil Dimediasi, Siap Kembalikan Fungsi Lahan

Saat di lokasi tersebut, mereka juga melihat aktivitas petani yang masih sibuk bekerja di lahan garapannya.

Rombongan mencapai lokasi tersebut, melalui jalur pendakian Permadi yang terhubung ke hulu DAS Clirangan.

Salah satu relawan yang juga perwakilan dari Desa Guci Mai mengungkapkan, selain lahan yang sudah ditanami, mereka juga menemukan lahan garapan baru yang sedang dibuka dan akan di tanami sayur mayur.

Kondisi ini sangat memperihatinkan karena di lereng dengan kecuraman sekitar 45 derajat masih saja di rambah tidak memikirkan hal lain.

"Semoga ada ketegasan dari pemerintah, karena kami warga Guci yang terdampak," sebutnya.

Ia berharap, bagian lereng di atas Guci sepanjang Igir Cowet lereng Mut dan garapan- garapan di sepanjang lereng di atas Guci bisa segera ditutup untuk mencegah kerusakan hutan.

Baca Juga: Muskot FOBI Kota Tegal Tetapkan Adi Sentosa Ketua Baru

Salah satu penggarap lahan, Tirto, mengakui bahwa aktivitas pertanian di lereng gunung dapat memicu bencana dan berharap pemerintah dapat mencari solusi untuk warga yang bergantung pada lahan tersebut.

Ketua Aliansi Pemerhati Lereng Gunung Kabupaten Tegal, Abdul Khayyi, sebelumnya sudah memprediksikan bencana banjir di wilayah Kabupaten Tegal.

"Di atas kawasan Guci, tepatnya di wilayah Igir Cowet hingga Sawangan, kondisi hutan lindung sudah rusak berat. Saat ini hampir tidak ada vegetasi hutan, yang ada hanya tanaman kentang dan sayuran. Kerusakan ini sudah terjadi cukup lama,” ujar Pemerhati Lereng Gunung ini.

Khayyi menyesalkan terjadinya pembukaan lahan pertanian baru oleh warga,karena berdasar informasi dari Perhutani semua warga penggarap sudah menanda tangani surat pernyataan diatas materai untuk tidak menggarap lahan hutan lindung.

" Kami aliansi merasa kecewa setelah kemarin naik dengan Dinas Kehutanan Provinsi Jateng, tenyata lahan masih digarap dengan leluasa,kami aliansi bulan ini akan melakukan upaya reboisasi," tuturnya, Minggu , 4 Desember 2026. **

Artikel Terkait