Pasangan Tanggul Sungai Ketiwon Jebol, Warga Panggung Tegal Was-was Semalaman

Puluhan KK di Kelurahan Panggung, Kota Tegal, was-was setelah tanggul Sungai Ketiwon jebol akibat hujan deras. PSDA lakukan penanganan darurat.
Sementara itu, Koordinator Pelaksana Balai PSDA Pemali Comal, Saefudin mengatakan, pihaknya telah memantau lokasi pasangan tanggul yang jebol dengan panjang sekitar 6,5 meter dan tinggi 1,8 meter.
Sebagai langkah awal, Balai PSDA Pemali Comal akan melakukan penanganan darurat dengan pemasangan sand bag atau karung pasir.
“Kami akan susun sand bag, bisa juga memanfaatkan tanah yang ambruk untuk dimasukkan ke dalam karung dan diatur. Jika masih kurang, persediaan sand bag kami masih cukup,” ujar Saefudin.
Saefudin menjelaskan, Balai PSDA saat ini juga membackup penanganan banjir di wilayah lain, seperti Pekalongan dan Pemalang, sehingga pembagian tenaga menjadi tantangan tersendiri.
“Hampir setiap hari petugas kami mengisi dan mendistribusikan sand bag. Tenaga terbatas, sementara laporan masuk cukup banyak, termasuk soal sampah dan sedimentasi. Namun yang jelas, penanganan tanggul ini akan segera dilakukan,” tegas Saefudin.
Saefudin menambahkan, di sekitar lokasi jebol, terdapat usulan warga agar dilakukan peninggian tanggul, karena posisi tanggul dinilai lebih rendah sehingga mudah dilimpasi air sungai.
Untuk penanganan permanen, Balai PSDA Pemali Comal berencana membangun parapet atau tanggul banjir setinggi sekitar 30 sentimeter dengan panjang kurang lebih 10 meter.
Berdasarkan inventarisasi Balai PSDA, masih banyak tanggul sungai di wilayah kerja mereka yang membutuhkan penanganan darurat, selain persoalan sedimentasi yang memperberat aliran sungai.
“Selain sungai, kami juga menangani irigasi. Saat ini kami juga fokus memperbaiki irigasi yang rusak parah di Desa Karangmalang, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal, akibat curah hujan tinggi,” jelas Saefudin.
Balai PSDA Pemali Comal memastikan pemantauan kondisi tanggul sungai terus dilakukan. Setiap malam, petugas piket disiagakan untuk memantau potensi banjir dan berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat.



