Proyek Rp 47,7 Miliar, Dua Jembatan di Pantura Jateng Diganti hingga 2027

Penggantian Jembatan Maribaya A di Tegal dan Jembatan Gendi di Brebes dimulai. Proyek Rp47,7 miliar ditargetkan selesai April 2027 dengan sistem contraflow.
TEGAL, puskapik.com - Penggantian dua jembatan di jalur Pantura Jawa Tengah mulai dikerjakan. Proyek senilai Rp 47,7 miliar itu ditargetkan meningkatkan keselamatan dan kapasitas jalan nasional yang selama ini menjadi urat nadi transportasi.
Pemerintah melalui Pejabat Pembuat Komitmen atau PPK 1.1 Jawa Tengah memulai paket pekerjaan penggantian Jembatan Maribaya A di Kabupaten Tegal dan Jembatan Gendi di Kabupaten Brebes.
Kepala PPK 1.1 Jawa Tengah, Jodi Pujiadi Hutomo mengatakan, kedua jembatan tersebut diganti karena usia konstruksinya yang sudah tua.
Baca Juga: Speling Jadi Andalan Pemkab Kendal Dekatkan Dokter Spesialis hingga Pelosok Desa
“Jembatan Maribaya A dan Gendi dibangun sekitar tahun 1972, sehingga umur layanannya sudah mendekati batas rencana,” ujar Jodi, Kamis 9 Juli 2026.
Jodi menambahkan, beban kendaraan over dimension dan over loading atau ODOL yang berlangsung bertahun-tahun turut mempercepat penurunan kondisi struktur jembatan.
Proyek ini dikerjakan oleh PT Perwita Konstruksi dengan nilai kontrak Rp 47,718 miliar dan masa kerja 300 hari kalender. Kontrak dimulai pada 12 Juni 2026 dengan skema multi years contract, sehingga penyelesaian ditargetkan pada April 2027.
Baca Juga: DPRD Kota Tegal Ungkap 998 Temuan BPK, Ini Status Terbarunya
Pada Jembatan Maribaya A, bentang jembatan akan diperpanjang dari 60 meter menjadi 80 meter dengan dua segmen sepanjang 30 meter dan 50 meter.
Pekerjaan hanya dilakukan pada jalur menuju Jakarta. Selama proses konstruksi, arus lalu lintas diberlakukan sistem contraflow.
Sementara itu, Jembatan Gendi akan diperpanjang dari sekitar 12,6 meter menjadi 22 meter. Pengerjaan dilakukan pada dua arah sekaligus, baik menuju Jakarta maupun Semarang, secara bertahap.
Tahap awal proyek di Jembatan Gendi dimulai dengan pembangunan fondasi bored pile sebelum masuk ke konstruksi utama.
“Contraflow di Gendi dilakukan bergantian agar pekerjaan tetap berjalan dan lalu lintas tetap bisa dilayani,” kata Jodi.
Untuk meminimalkan dampak kemacetan, pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian, Dinas Perhubungan serta instansi terkait lainnya. Petugas lapangan disiagakan selama 24 jam, dilengkapi rambu lalu lintas, lampu peringatan, dan pembatas area kerja.
“Kami menyadari kemacetan tidak bisa dihindari sepenuhnya, tetapi akan kami upayakan seminimal mungkin,” tegas Jodi.


