Taklukkan Lintasan Cacaban Tegal, Duet Sunaryo-Sudarmanto Raih Podium Kejurnas Adventure Offroad 2026

Duet offroader H. Sunaryo-Sudarmanto finis kelima kelas G1 Kejurnas Adventure Offroad 2026 putaran keempat di Waduk Cacaban Tegal.
TEGAL, puskapik.com - Duet offroader H. Sunaryo dan Sudarmanto, berhasil menembus lima besar pada Kejurnas Adventure Offroad 2026 putaran keempat di DTW Waduk Cacaban, Kabupaten Tegal, Minggu 13 September 2026.
Keduanya finis di posisi kelima kelas G1 dari tujuh special stage atau SS, dengan total perolehan 528 poin.
Capaian tersebut dinilai cukup membanggakan, mengingat ketatnya persaingan serta beratnya karakter lintasan yang dihadapi peserta sepanjang perlombaan.
H. Sunaryo mengatakan, hasil tersebut merupakan buah dari kerja sama tim yang solid sejak awal hingga akhir perlombaan.
"Alhamdulillah, kami bisa menyelesaikan semua special stage dengan baik, meskipun di SS 5 sempat terbalik. Ini hasil kerja sama tim dan dukungan semua pihak," ujar H. Naryo.
H. Naryo mengakui, lintasan di Waduk Cacaban, memberikan tantangan tersendiri dibandingkan event yang pernah diikutinya.
Kombinasi tanjakan curam, jalur berbatu dan pasir, membuat peserta harus ekstra hati-hati dalam mengendalikan kendaraan.
Menurut H. Sunaryo, tidak sedikit peserta yang gagal menyelesaikan lomba atau did not finish atau DNF, karena kendala teknis maupun sulitnya medan.
Baca Juga: Kendal Semarakkan Gerakan Literasi, Warga Diajak Kembali Gemar Membaca
Navigator Sudarmanto yang akrab disapa Manto menambahkan, performa kendaraan menjadi salah satu kunci keberhasilan timnya menembus lima besar.
Manto menjelaskan, kendaraan yang digunakan merupakan unit tubular berbasis mesin Katana yang telah dipersiapkan secara khusus di Bengkel Mobil MKS Tegal, dalam beberapa pekan terakhir.
"Kami fokus di setelan mesin dan kaki-kaki supaya tetap stabil di tanjakan dan jalur berbatu. Selain itu, penguatan di beberapa bagian juga kami lakukan agar lebih tahan menghadapi lintasan ekstrem," jelas Manto.
Menurut Manto, karakter lintasan di Cacaban yang didominasi batu dan pasir menuntut kendaraan memiliki traksi dan keseimbangan yang baik.
Ke depan, H. Naryo dan Manto berencana melakukan evaluasi menyeluruh, sebagai persiapan menghadapi putaran kelima atau seri penutup yang dijadwalkan berlangsung di Jawa Barat.