Talud 650 Meter Jadi Solusi Penanganan Genangan Krandon Tegal

Minggu, 11 Januari 2026 | 14.00 WIB
Anggota DPRD Kota Tegal bersama DPUPR dan Kecamatan Margadana, mengecek saluran air di wilayah Kelurahan Kaligangsa pada Juni 2025 lalu.
Anggota DPRD Kota Tegal bersama DPUPR dan Kecamatan Margadana, mengecek saluran air di wilayah Kelurahan Kaligangsa pada Juni 2025 lalu.

Penyambungan talud 650 meter di Saluran Sigewor dinilai kunci atasi genangan Krandon, agar air tersalur ke Pompa Gebang 2.

TEGAL, puskapik.com - Penanganan genangan air di Kelurahan Krandon, Kecamatan Margadana, Kota Tegal, mengerucut pada penyambungan talud sepanjang 650 meter di Saluran Sigewor.

Talud yang belum terkoneksi ini disebut menjadi kunci agar air genangan bisa dialirkan ke Pompa Gebang 2 dan dibuang ke wilayah Kaligangsa.

Pelaksana tugas Kepala DPUPR Kota Tegal, Heru Prasetya mengatakan, selama ini penanganan genangan di Krandon dan sebagian Kaligangsa masih bersifat sementara, sebatas penyedotan air.

Baca Juga: Dua Atlet Kabupaten Tegal Turut Kejuaraan Asean Para Games di Thailand

"Semua ini tergantung manajemen airnya. Air mau dibuang ke mana. Kalau hari ini kan posisinya baru sedot-sedot," ujar Heru, Minggu 11 Januari 2026.

Menurut Heru, di wilayah Kelurahan Krandon dan sebagian Kaligangsa, saluran air mau tidak mau harus ditarik dan disambungkan ke Saluran Sigewor.

Saat ini terdapat talud sepanjang sekitar 650 meter yang belum menyatu.

"Kalau Saluran Sigewor sudah tersambung, kita punya mesin pompa di Pintu Gebang 2. Pompa ini nantinya akan membuang air ke Kaligangsa," jelas Heru.

Pompa Gebang 2 sendiri memiliki kapasitas 200 liter per detik. Namun hingga kini, pompa tersebut belum bisa dimanfaatkan secara maksimal karena jalur aliran air belum tersambung.

"Mesinnya ada, tapi airnya tidak ada. Jadi secara teknis talud 650 meter itu kita sambungkan dulu, baru airnya bisa kesedot dan dibuang," kata Heru.

Setelah saluran utama tersambung dan genangan di sekitar wilayah Krandon mulai kering, DPUPR akan melanjutkan penanganan ke saluran-saluran di dalam permukiman warga.

"Baru nanti kita masuk ke dalam. Saluran kecil, titik-titik cekungan, wilayah yang seperti mangkuk itu akan kita kaji dan hitung lagi," ujar Heru.

Heru mengibaratkan penanganan genangan air seperti memperbaiki sistem peredaran darah manusia.

"Saluran besarnya atau arterinya harus dibetulin dulu. Kalau yang besar sudah lancar dibuang ke Kaligangsa, yang kecil-kecil di dalam itu baru kita tuntaskan," ucap Heru.

Dari perhitungan teknis sementara DPUPR, pembangunan talud sepanjang 650 meter dengan talud kanan kiri, kedalaman sekitar dua meter serta lebar antara 1,5 hingga 2 meter, diperkirakan membutuhkan anggaran Rp 2 hingga Rp 2,5 miliar.

Sementara itu, Camat Margadana, Ary Budi Wibowo, berharap hasil peninjauan lapangan yang dilakukan bersama Sekda, DPRD dan OPD terkait dapat segera ditindaklanjuti dalam pembahasan anggaran.

"Kami berharap Badan Anggaran DPRD dan TAPD bisa menindaklanjuti hasil pengecekan langsung di lapangan," ujar Ary.

Ary juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat sejak penanganan saat genangan, pasca genangan hingga kerja bakti massal di wilayah Kelurahan Krandon dan Kaligangsa.

"Apresiasi setinggi-tingginya kami sampaikan kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam upaya percepatan penanganan genangan air," jelas Ary. **

Artikel Terkait