Bermain Usai Salat Subuh, Tiga Remaja Putri di Batang Tewas Disambar Kereta Api

Sabtu, 21 Februari 2026 | 16.15
Tiga remaja putri tewas mengenaskan setelah tertabrak kereta api saat diduga bermain dan berswafoto di atas rel, Sabtu (21/2/2026) pagi.
Tiga remaja putri tewas mengenaskan setelah tertabrak kereta api saat diduga bermain dan berswafoto di atas rel, Sabtu (21/2/2026) pagi.

Tiga pelajar SMP di Batang tewas tertabrak KA Argo Merbabu saat diduga bermain dan berswafoto di rel usai salat subuh, Sabtu pagi.

BATANG, puskapik.com – Duka mendalam menyelimuti Kampung Sebuntu, Kedungmiri, Kelurahan Kasepuhan, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Tiga remaja putri tewas mengenaskan setelah tertabrak kereta api saat diduga bermain dan berswafoto di atas rel, Sabtu (21/2/2026) pagi.

Ketiga korban merupakan pelajar SMP dan teman sepermainan. Mereka adalah Anggita Permadani (16), Adita Fadhiratul Jannah (15), dan Iswatik Sawita (15).

Insiden tragis itu terjadi sekitar pukul 06.53 WIB di kilometer 81 jalur hilir, antara Stasiun Batang dan Stasiun Pekalongan.

Baca Juga: Wilayah di Jateng Akan Usulkan Pembentukan Kawasan Industri

Berdasarkan informasi di lapangan, sebelum kejadian para korban berkumpul di sekitar rel usai menunaikan salat subuh bersama sejumlah remaja lainnya. Saat itu melintas Kereta Api Argo Merbabu relasi Semarang–Gambir.

Diduga korban tidak menyadari datangnya kereta hingga akhirnya tertabrak dan terseret sekitar 400 meter dari titik awal kejadian.

Benturan keras membuat ketiganya meninggal dunia di lokasi. Warga yang mengetahui peristiwa itu langsung berhamburan ke lokasi dan melaporkan kejadian tersebut ke aparat kepolisian.

Ketua RT setempat, Yuliyanto, mengatakan suasana pagi itu semula tampak biasa saja. Namun tiba-tiba terdengar suara keras dari arah rel yang membuat warga panik.

“Anak-anak itu habis subuhan, kumpul di sekitar rel. Tidak tahu persisnya bagaimana, tapi tiba-tiba sudah kejadian,” ujarnya.

Petugas kepolisian bersama warga kemudian mengevakuasi jenazah korban ke RSUD Kalisari Batang untuk proses identifikasi lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Akibat kejadian ini, perjalanan KA Argo Merbabu sempat berhenti luar biasa untuk pemeriksaan sarana. Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyampaikan perjalanan kereta kembali dilanjutkan setelah dipastikan aman.

“Kami prihatin dan sangat menyayangkan kejadian ini. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di jalur rel karena sangat berbahaya,” tegasnya.

Ketiga korban dimakamkan pada Sabtu sore di pemakaman desa setempat, diiringi tangis keluarga dan kerabat.

Sementara itu, Polres Batang masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologi lengkap kejadian tersebut.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait