114 Ha Lahan Pertanian Terdampak Banjir di Brebes, 50 Ha di Antaranya Puso

Banjir di Brebes rusak 114 ha lahan pertanian; 50 ha padi di Bumiayu puso, Pemkab siapkan bantuan benih dan ajukan rehabilitasi lahan.
BREBES, puskapik.com - Banjir yang menerjang beberapa kecamatan di Kabupaten Brebes dalam sebulan terakhir, ternyata juga menyebabkan kerusakan para di areal pertanian warga. Bahkan, sebagian di antaranya gagal panen karena mengalami puso.
Data Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Brebes menyebutkan, lahan pertanian yang terdampak bencana banjir mencapai 114 hectare (ha). Lahan tersebut bersebar di dua kecamatan. Yakni, Kecamatan Bumiayu dan Kecamatan Jatibarang.
Di Kecamatan Bumiayu, areal pertanian berupa tanaman padi seluar 50 ha terdampak banjir akibat meluapnya Sungai Keruh.
Baca Juga: Identitas Mayat di Irigasi Petarukan Pemalang Belum Terungkap, Ini Ciri-cirinya
Di Kecamatan Jatibarang, ada 57 ha tanaman padi yang terdampak akibat meluapnya Sungai Pemali. Tersebar di Desa Bojong 20 ha, Desa Kebogadung 17 ha, Desa Buara 7 ha dan Desa Kedungtuang 20 ha.
Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Brebes, Hendri Adi Komara mengatakan, dampak yang terparah terjadi di Bumiayu akibat meluapnya Sungai Keruh.
Totalnya ada 50 ha tanaman padi yang puso akibat terjangan banjir tersebut. Sedangkan di Kecamatan Jatibarang, tanaman masih bisa diselamatkan. Sehingga petani tidak mengalami kerugian.
"Terparah di Bumiayu akibat banjir Sungai Keruh minggu lalu. Data kami ada 50 ha tanaman padi yang puso," terangnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, untuk mengatasi kondisi tersebut, Pemkab Brebes sudah mengambil Langkah. Khususnya terhadap para petani yang gagal panen atau puso.
Di antaranya dengan menyalurkan bantua benih bagi petani terdampak. Selain itu, pihaknya saat ini tengah mengajukan rehabilitasi lahan pertanian yang rusak akibat banjir di Bumiayu tersebut. "Usulan ini kami sampaikan ke pusat. Mudah-mudahan bisa terealisasi," pungkasnya. **


