Banjir Adisana Brebes Surut Usai Dibuat Sodetan Sungai Keruh

Kamis, 29 Januari 2026 | 14.04
Pengendara sepeda motor melintasi jalur utama Desa Adisana, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, yang dipenuhi lumpur sisa banjir.
Pengendara sepeda motor melintasi jalur utama Desa Adisana, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, yang dipenuhi lumpur sisa banjir.

Banjir limpasan Sungai Keruh di Desa Adisana, Brebes, surut usai dibuat sodetan. Jalan kembali dilalui, warga diimbau waspada lumpur licin.

BREBES, puskapik.com – Banjir limpasan Sungai Keruh yang sempat merendam jalan utama, permukiman warga, serta lahan pertanian di Desa Adisana, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, kini telah surut, Kamis 29 Januari 2026.

Meski masih terdapat sisa aliran banjir di beberapa titik, debit airnya relatif kecil. Dari pantauan, kendaraan roda dua maupun roda empat sudah dapat melintas kembali di jalan yang sebelumnya terendam banjir. Meski demikian, pengguna jalan diimbau tetap berhati-hati karena kondisi jalan masih dipenuhi lumpur dan licin.

Kades Adisana, Ahmad Yani, menjelaskan, surutnya banjir terjadi setelah dibuat sodetan di aliran Sungai Keruh yang mengarah ke wilayah Adisana, tepatnya di Blok Penggarutan.“Banjir surut karena di aliran Sungai Keruh yang menuju Adisana sudah dibuat sodetan,” ujarnya.

Baca Juga: Liga 4 Jateng, Persik Kendal Melaju ke 8 Besar, Ultras Bombers–Black Mania Tumpah di Pantura

Menurut Ahmad Yani, pembuatan sodetan tersebut merupakan bagian dari penanganan darurat untuk mengurangi limpasan air ke wilayah permukiman. Namun, ia menegaskan langkah darurat saja tidak cukup jika tidak diikuti penanganan jangka panjang.

Untuk itu, pemerintah desa mengusulkan pembangunan tanggul pengaman Sungai Keruh serta normalisasi sungai secara menyeluruh.

“Tidak hanya pelurusan arus, tetapi sedimen Sungai Keruh di Blok Penggarutan juga harus dibuang. Jika tidak, arus sungai saat banjir akan kembali mengarah ke Adisana dan Penggarutan,” kata Ahmad Yani.

Terkait rencana normalisasi tersebut, Ahmad Yani menyebutkan usulan telah disampaikan ke PSDA Provinsi Jawa Tengah dan saat ini masih dalam tahap kajian.“Informasi yang saya dengar, sekarang masih dikaji di tingkat provinsi,” katanya.

Ia berharap pembangunan tanggul dan normalisasi Sungai Keruh dapat direalisasikan. Pasalnya, banjir yang terjadi menimbulkan dampak cukup besar bagi warga.

“Di Desa Adisana, sebanyak 42 rumah mengalami kerusakan sedang hingga berat. Selain itu, sekitar seratus hektare lahan persawahan juga terdampak banjir,” ujarnya

Artikel Terkait