Fajar dan Dani, Dua Penumpang KMP Virgo Asal Brebes yang Belum Ditemukan

Rabu, 16 September 2026 | 20.21
Keluarga Fajar dan Dani menanti kabar keduanya yang hingga kini belum ditemukan setelah KMP Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan.
Keluarga Fajar dan Dani menanti kabar keduanya yang hingga kini belum ditemukan setelah KMP Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan.

Dua warga Brebes, Fajar Ramadhan dan Rahmat Dani, masih dalam pencarian setelah KMP Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan di perairan.

BREBES, puskapik.com - Dua warga Kabupaten Brebes, menjadi penumpang KMP Virgo Transport 8 yang mengalami kecelakaan.

Mereka adalah Fajar Ramadhan (25) dan Rahmat Dani (30), dua sepupu asal Dukuh Waru, Desa Pagojengan, Kecamatan Paguyangan. Kini, keluarga keduanya masih menanti kabar mengenai keberadaan mereka.

Rumah Fajar dan Dani berada saling berhadapan. Keduanya juga bekerja bersama di bidang jasa pengiriman barang.

Fajar sebelumnya sempat bekerja di wilayah Solo. Ia kemudian pulang ke rumah dan beristirahat sekitar sebulan sebelum diajak Dani bekerja bersama.

Baca Juga: Nurkholes Tegaskan Komitmen Pemkab Pemalang Bersih dari KKN

Pada Jumat, 11 September 2026, Fajar dan Dani berangkat dari Tangerang, Banten. Keduanya hendak mengirim barang ke Banjarmasin. Sehari kemudian, Sabtu, 12 September 2026, mereka naik KMP Virgo Transport 8 dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Saat itu, komunikasi Fajar dengan keluarga masih berjalan. Alfiyah (48), ibu Fajar, mengatakan masih sempat berbicara dengan putranya melalui panggilan WhatsApp pada Sabtu.

Ia tidak menyangka percakapan tersebut menjadi komunikasi terakhir dengan Fajar.

Sehari kemudian, Minggu, 13 September 2026, telepon Fajar tidak lagi tersambung. Pesan yang dikirim keluarga juga tidak mendapat jawaban.“Setelah itu kami baru mengetahui bahwa KMP Virgo Transport 8 yang ditumpangi anak kami (Fajar dan Dani) mengalami kecelakaan,” kata Alfiyah, Selasa, 15 September 2026 sore.

Baca Juga: Kodim Pemalang Gelar Aksi Kemanusiaan, 105 Kantong Darah Disumbangkan

Mengetahui kecelakaan kapal tersebut, keluarga kemudian berusaha mendapatkan informasi mengenai keberadaan keduanya. Suami Alfiyah, Casmadi, bersama Suryadi yang merupakan kakak ipar Dani, berangkat ke Surabaya pada Senin, 14 September 2026.

Mereka ingin mendapatkan informasi langsung mengenai Fajar dan Dani.“Tentu kami berharap anak kami bisa ditemukan,” kata Alfiyah.

Di mata keluarga, Fajar dikenal sebagai anak yang penurut dan tidak neko-neko. Ia juga selalu berpamitan kepada keluarga setiap hendak pergi.

Menurut Alfiyah, Fajar bekerja untuk membantu orang tua.“Fajar itu anaknya penurut, nggak neko-neko, ke mana-mana selalu pamit dan kalau kerja juga untuk membantu orang tua,” ujarnya.

Baca Juga: Pengajuan PJU Brebes Ditindaklanjuti, 26 Titik di Bantarkawung Kembali Menyala

Halaman 1 dari 2