Sejarah Jalan Terobosan Brebes, Dibangun Era Bupati Mardjaban

Jalan A Yani Brebes atau Jalan Terobosan dibangun era Bupati Mardjaban untuk memecah kemacetan kota. Kini menjadi jalur vital Pantura Brebes sejak puluhan tahun lalu.
BREBES, puskapik.com - Jalan A Yani Kota Brebes kerap disebut warga setempat dengan nama jalan terobosan. Jalan yang kini menjadi bagian Jalan Nasional Pantura Brebes itu, ternyata menyimpan sejarah panjang.
Ruas jalan ini titik awalnya mulai dari simpang tiga Pasar Induk Brebes dan berakhir di simpang tiga yang menuju DPRD Brebes. Jalan yang membentang sepanjang lebih dari 1 kolometer ini, di bangun di era Bupati Brebes Mardjaban yang menjabat pada tahun 1956 - 1966.
Jalan itu dibangun salah satunya untuk memecah kemacetan di pusat kota, dan mempercepat jarak. Sebab, jalan A Yani ini mengubungkan wilayah dalam kota secara lurus dari pasar induk ke arah timur, yang kini menjadi jalur padat. Sehingga masyarat pun mengenalnya dengan jalan terobosan.
Baca Juga: Dinkes Tegal Bagikan Obat Cacing, Ini Takaran Tablet Sesuai Usia Anak
Sebelum ada Jalan A Yani Brebes, jalur di Kota Brebes hanya satu. Yakni Jalan Deandels yang kini di beri nama Jalan Jenderal Sudirman. Jalur Utama Daendels itu dibangung tahun 1808-1809. Jalan yang dibangun Belanda ini melintas dari Losari ke Kaligangsa. Menyusuri depan Pasar Induk Brebes, melintas Stasiun Brebes, dan terus ke timur.
Namun setelah ada Jalan Trobosan jalur kendaraan utama di Kota Brebes terbagi dua. Dari arah timur akan melintas jalan Deandles (Jalan Jenderal Sudirman). Sementara dari arah barat akan melintas di Jalan Trobosan (Jalan A Yani).
"Dari dulu, warga mengenal jalan ini ya Jalan Terobosan. Kalau sekarang namanya Jalan A Yani. Dulu tidak pada seperti sekarang. Kanan kiri jalan masih sepi, dan banyak sawah seperti rawa," ungkap Sarudin (52), warga Kelurahan Pasarbatang, Brebes.
Saat ini keberadaan Jalan Trobosan ini sangat vital. Bahkan sangat membantu saat arus lalu lintas melonjak, seperti saat arus mudik lebaran atau kegiatan yang bersifat daerah. Jalan A Yani sekarang ini sudah menyatu peranannya sebagai jalan utama di jalur pantura.
Artikel Terkait

Sungai Keruh Bumiayu, Banjir Adisana, dan Persoalan Hulu yang Belum Tuntas

Jelang Mudik Lebaran 2026, Jalur Alternatif Salem–Banjarharjo Rawan Longsor, Pemudik Diimbau Lewat Jalur Tengah

Bupati Brebes Serahkan 1.000 Paket Beras saat Pengajian di Ponpes Al Hikmah 1
