Harga Cabai Melonjak Jelang Ramadan, Warga Bumiayu Mulai Mengurangi Belanja

Kenaikan harga cabai jelang Ramadan memaksa warga Bumiayu mengurangi pembelian dan menyesuaikan belanja dapur agar pengeluaran tetap terkendali.
BREBES, puskapik.com – Kenaikan harga cabai jelang Ramadan mulai berdampak pada pola belanja warga di Bumiayu, Kabupaten Brebes. Sejumlah warga mengaku terpaksa mengurangi pembelian atau menyiasati kebutuhan dapur agar pengeluaran tetap terkendali.
Ahmad, pedagang soto dan makanan di Bumiayu, mengaku kenaikan harga cabai berdampak langsung pada biaya bahan baku harian. Jika sebelumnya membeli cabai dalam jumlah lebih banyak, kini ia memilih mengurangi pembelian untuk menekan modal.
“Sekarang paling beli seperempat kilo. Kalau sudah naik begini ya mau nggak mau dikurangi, biar masih bisa nutup,” kata Ahmad, Selasa 3 Februari 2026.
Baca Juga: Diduga Dikeroyok Geng Motor, Pelajar SMP di Kota Tegal Tewas
Menurut Ahmad, cabai menjadi salah satu bahan yang paling cepat memengaruhi biaya produksi pedagang makanan. Selain harganya mudah berfluktuasi, cabai juga tidak bisa sepenuhnya dihilangkan dari menu masakan.
Hal serupa juga dirasakan Ari, ibu rumah tangga di Bumiayu. Ia mengaku mulai menahan belanja, khususnya untuk cabai, sejak harga melonjak menjelang Ramadan.“Sekarang belinya dikurangi. Kalau dulu bisa banyak, sekarang seperlunya saja,” ujar Ari.
Namun untuk kebutuhan pokok lainnya, Ari justru memilih berbelanja lebih awal. Ia khawatir kenaikan harga cabai akan diikuti lonjakan harga kebutuhan lain menjelang bulan puasa.
“Biasanya kan begitu. Kalau mau bulan puasa, harga-harga pada naik,” katanya.
Sementara itu, berdasarkan pantauan di Pasar Seng Bumiayu, harga cabai rawit merah masih bertahan tinggi di kisaran Rp70.000 per kilogram. Cabai rawit hijau juga ikut naik, dari sebelumnya sekitar Rp30.000 per kilogram menjadi Rp50.000 per kilogram.


