Permen Davos, Produk Legendaris sejak Tahun 1931, Masih "Semriwing" hingga Sekarang

Senin, 24 November 2025 | 03.36

TEGAL, puskapik.com - Di era tahun 90-an permen Davos selalu ada dalam saku saat bepergian. Permen Davos berbentuk bulat kecil putih dan rasanya dikenal semriwing dari rasa mint ekstra kuat bikin mata...

TEGAL, puskapik.com - Di era tahun 90-an  permen Davos selalu ada dalam saku saat bepergian. Permen Davos berbentuk bulat kecil putih dan rasanya dikenal semriwing dari rasa mint ekstra kuat bikin mata melek dan tenggorokan adem. Ya, permen Davos sampai saat ini pun masih digemari masyarakat di Jateng dan sekitarnya. Permen Davos, produk legendaris dari PT Slamet Langgeng telah diproduksi sejak 1931. Produk Permen yang  berumur hampir satu abad asal Purbalingga Jateng ini, merupakan produk legendaris dari PT Slamet Langgeng yang telah diproduksi sejak 1931. Di tahun 2025, usianya resmi mencapai 94 tahun, sekaligus menegaskan statusnya sebagai pabrik permen tertua di Indonesia yang masih aktif beroperasi hingga hari ini. Permen Davos masih cukup dikenal di wilayah Slawi Kabupaten Tegal. Permen ini mudah dibeli, karena hampir tiap warung sembako di wilayah Kabupaten Tegal menyerahkan permen Davos. "Saya masih sering beli, karena sejak dulu rasanya khas dan bikin tenggorokan plong," kata salah satu penikmat permen Davos asal Slawi saat ditemui Puskapik.com, Minggu (23/12/2024). Lalu, bagaimana sejarah berdirinya pabrik Davos yang masih menjadi diminati banyak orang. Dilansir dari laman resmi Pemkab Purbalingga, predikat sebagai pabrik permen tertua di Indonesia menjadi kehormatan tersendiri bagi Purbalingga. Dari sebuah pabrik sederhana di Kandang Gampang, dekat Pasar Lama, Davos telah tumbuh menjadi bagian sejarah industri makanan Indonesia yang tetap bertahan melintasi tiga generasi. Nama perusahaan PT Slamet Langgeng juga sarat makna budaya. “Slamet” tidak hanya merujuk pada Gunung Slamet, namun dalam tradisi Jawa berarti selamat atau keselamatan. Sebuah doa agar usaha ini selalu terlindungi dan berjalan dengan baik. “Langgeng” berarti abadi, simbol harapan agar usaha ini bertahan. Dua kata itu menyatu menjadi doa dan filosofi yang kini terbukti Davos tetap eksis hampir satu abad. Pendiri permen Davos, Siem Kie Djian, menamai produknya dari kota Davos di Swiss, sebuah daerah berhawa sejuk. Nama itu dipilih untuk menggambarkan sensasi adem, sejuk, dan “semriwing” khas permen ini. Kini perusahaan dipimpin oleh generasi ketiga, Budi Handojo Hardi, yang tetap mempertahankan resep turun-temurun tanpa perubahan signifikan. Davos dikenal melalui kemasan biru tua dengan tulisan putih yang tak berubah sejak zaman dahulu. Dalam satu bungkus berisi sepuluh permen putih bulat, padat, dengan komposisi klasik berupa gula, stearic acid, dextrin, gelatin, menthol, dan peppermint oil. Kesederhanaannya justru menjadi identitas kuat yang sulit ditandingi produk modern. Pada era 90-an, Davos sempat mengeluarkan varian kotak kecil berisi tablet. Generasi yang tumbuh di masa itu pasti ingat bagaimana kotak kecil tersebut bisa dijadikan “sempritan dadakan” menambah panjang daftar nostalgia yang melekat pada permen ini. Bagi masyarakat yang hidup di era 90an, Davos lebih dari sekadar permen. Para petani membawanya sebagai teman saat bekerja di sawah. Ketika musim haji tiba, permintaan permen Davos meningkat karena jamaah menjadikannya bekal perjalanan panjang ke Tanah Suci. Loyalitas Konsumen Meski tanpa iklan modern, Davos tetap laris manis bukti bahwa kualitas dan loyalitas konsumen tak pernah lekang. Dengan usia hampir satu abad, sejarah panjang, dan konsistensi rasa yang tak berubah, Permen Davos kini diakui sebagai pabrik permen tertua di Indonesia. Status ini menjadikan pabrik Davos tidak hanya pusat produksi, tetapi juga destinasi wisata sejarah bagi pengunjung yang ingin melihat langsung bagaimana legenda ini terus bertahan. Kini, Permen Davos telah menjadi ikon resmi kebanggaan Purbalingga. Di era serba cepat dan serba baru, Davos membuktikan bahwa sebuah produk lokal bisa menjadi legenda nasional selama setia pada kualitas dan kejujuran rasa. Davos bukan hanya permen. Davos adalah sejarah, identitas, keselamatan, dan kebanggaan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Jika Anda berkunjung ke Purbalingga, jangan lupa pulang dengan sebungkus legenda dari pabrik permen tertua di Indonesia ini. Semriwing-nya masih sama, dari 1931 sampai hari ini.***

Artikel Terkait