Api Eks TPA Darupono Baru Kendal Padam Petang, Angin Jadi Kendala Pemadaman

Senin, 14 September 2026 | 06.31
  Petugas berjibaku memadamkan api yang membakar bekas TPA darupono lama yang terbakar.
Petugas berjibaku memadamkan api yang membakar bekas TPA darupono lama yang terbakar.

Kebakaran eks TPA Darupono, Kendal, padam pukul 18.10 WIB setelah petugas gabungan berjibaku memadamkan api yang terkendala angin kencang.

KENDAL, puskapik.com – Kebakaran melanda kawasan eks Tempat Pembuangan Akhir (TPA) lama di Desa Darupono, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal, Minggu (13/9). Tiupan angin kencang membuat api cepat membesar dan memunculkan sejumlah titik api baru.

Kebakaran yang dilaporkan sekitar pukul 11.18 WIB itu terjadi di kawasan eks TPA yang berada di sisi Jalan Raya Boja-Kaliwungu. Kepulan asap tebal membubung dari lokasi dan sempat mengganggu pengguna jalan yang melintas.

Kasi Kedaruratan BPBD Kendal Iwan Sulistiyo mengatakan, kondisi angin kencang membuat eskalasi kebakaran meningkat. Api dengan cepat merembet dan menyebar ke sejumlah bagian timbunan sampah lama.

Baca Juga: Parkir Sembarangan di Alun-alun Tegal, Satpol PP Amankan Helm Pengendara

“Tim gabungan kemudian dikerahkan untuk mencegah api semakin meluas,” ujarnya.

Sebanyak 11 unit kendaraan dikerahkan untuk mendukung proses pemadaman dan pembasahan. Armada tersebut meliputi kendaraan BPBD, pemadam kebakaran, TNI, Polri, Satpol PP, serta DLH Kendal. Dukungan juga datang dari PMI, puskesmas, dan para sukarelawan.

Petugas harus berjibaku memadamkan api sekaligus melakukan pembasahan di sejumlah titik. Langkah itu dilakukan untuk memastikan bara di dalam timbunan sampah tidak kembali menyala dan memicu kebakaran susulan.

Upaya pemadaman berlangsung hingga sore. Api akhirnya dinyatakan benar-benar padam sekitar pukul 18.10 WIB.

Iwan menyebut tidak ada korban dalam peristiwa tersebut. Sementara penyebab pasti kebakaran masih dalam penelusuran.

Baca Juga: GP Ansor Jateng Serukan Berantas Judol dan Galian C di Tegal

Api pertama kali diketahui sudah dalam kondisi membesar. Namun, kondisi timbunan sampah lama di bawah permukaan tanah diduga menjadi salah satu faktor yang memicu kebakaran.

Menurut Iwan, proses pembusukan sampah yang berlangsung lama dapat menghasilkan gas metana. Ketika berpadu dengan kondisi cuaca panas dan kering, gas tersebut berpotensi memicu munculnya api.

“Akumulasi gas metana dari proses pembusukan sampah, ditambah kondisi cuaca yang panas dan kering dalam beberapa hari terakhir, sangat berpotensi memicu kebakaran,” jelasnya.

Meski demikian, faktor kelalaian manusia juga belum dapat dikesampingkan. Terlebih, kawasan eks TPA masih berada di sekitar jalur utama yang cukup ramai dilalui kendaraan.

Asap tebal yang muncul selama kebakaran menjadi perhatian karena berpotensi mengurangi jarak pandang pengendara. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terutama ketika kepulan asap bergerak ke arah jalan.

Halaman 1 dari 2