Perumahan Hijau Jadi Strategi Pemprov Jateng Dorong Transisi Ekonomi dan Tarik Investasi Global

Pemprov Jateng dorong perumahan hijau sebagai pintu transisi ekonomi berkelanjutan sekaligus strategi menarik investasi nasional dan global.
“Pengelolaan sampah akan jauh lebih efektif jika dimulai dari rumah. Karena itu, konsep perumahan hijau seperti ini menjadi sangat relevan,” katanya.
Cluster Sakalint Green Residential merupakan bagian dari pengembangan The Grandia Group yang selama ini menggarap proyek hunian komersial di Kota Semarang, seperti di Ketileng, Sendangmulyo, dan Ngaliyan, dengan total pengembangan kawasan sekitar 40 hektare. Proyek ini menjadi tahap kelima pengembangan Grandia Metropolis.
Cluster Sakalint mengusung konsep green residential dan menjadi perumahan pertama di Jawa Tengah yang berkolaborasi dengan PT Jateng Petro Energy (JPEN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Proyek ini juga mendapat dukungan dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Tengah.
Gubernur menilai kolaborasi antara pengembang swasta dan BUMD tersebut sebagai contoh konkret sinergi pembangunan daerah, khususnya dalam mendukung kebijakan energi dan lingkungan.
“Kami mendukung penuh terobosan seperti ini. Kolaborasi pengembang dengan BUMD penting agar kebijakan energi dan lingkungan tidak berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Ahmad Luthfi juga mendorong pemanfaatan energi terbarukan di kawasan permukiman, termasuk penggunaan gas bumi dan panel surya. Ia menyebut Jawa Tengah memiliki kapasitas industri panel surya yang besar, namun pemanfaatannya di tingkat lokal masih perlu dipercepat.
“Ke depan, perumahan harus mulai menjadikan energi terbarukan sebagai prioritas. Jika ini berjalan, Jawa Tengah akan menjadi perhatian dan sorotan investasi internasional,” katanya.
Direktur The Grandia Group, Aurelia Ines Megaputri, mengatakan, pembangunan Cluster Sakalint menjadi momentum penting bagi perusahaan yang tahun ini memasuki usia ke-7.
“Kehadiran Bapak Gubernur menjadi kehormatan sekaligus motivasi bagi kami untuk melangkah lebih jauh dalam pengembangan hunian berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, konsep green living diterapkan tidak hanya pada desain bangunan, tetapi juga infrastruktur kawasan. Salah satunya melalui penggunaan sistem kabel bawah tanah untuk menciptakan lingkungan yang lebih rapi dan aman.
Artikel Terkait

Pemprov Jateng Dorong Dermaga Apung, Solusi Kepungan Rob Nelayan Bonang Demak

Bakal Dilewati 38,71 Juta Pemudik, Jawa Tengah Mulai Siaga Pengamanan Lebaran

Muncul Hoaks Gubernur Ahmad Luthfi Naikkan Tarif Tol Batang-Semarang? Begini Penjelasannya
