Zakat Tak Sekadar Bantuan, Baznas Kendal Buka Lima Usaha Produktif

Baznas Kendal meluncurkan lima unit usaha produktif untuk membantu mustahik mandiri melalui Z-Mart, Z-Auto, Z-Laundry, Z-Barber, dan ZCD-Pro Tani.
KENDAL, puskapik.com – Zakat tak lagi berhenti sebagai bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan. Di Kabupaten Kendal, dana zakat mulai didorong menjadi penggerak usaha agar penerimanya mampu berdiri di atas kaki sendiri.
Upaya itu diwujudkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kendal melalui program pendayagunaan ekonomi produktif. Sebanyak lima unit usaha diluncurkan di Pendopo Tumenggung Bahurekso, Rabu 16 September 2026.
Lima unit tersebut terdiri atas Z-Mart, Z-Auto, Z-Laundry, Z-Barber dan ZCD-Pro Tani. Jenis usahanya disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari toko sembako, bengkel, laundry, jasa potong rambut hingga produksi pupuk organik berbahan kotoran hewan (kohe).
Baca Juga: Laporan Warga, Polisi Gercep Padamkan Api di Perbatasan Brebes-Tegal
Bagi Baznas, bantuan tersebut bukan sekadar memberi modal kepada mustahik. Ada target yang lebih panjang, yakni mendorong penerima zakat agar suatu saat tidak lagi menjadi penerima, tetapi mampu menjadi muzaki.
Pimpinan Baznas RI Mohammad Mahdum mengatakan, pola zakat produktif dibangun untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap bantuan sosial.
"Tujuannya memastikan bahwa para penerima zakat dari BAZNAS ini tidak bergantung lagi pada BAZNAS. Diharapkan setelah mendapatkan dana dan dibina oleh BAZNAS, mereka bisa menjadi orang yang mampu, paling tidak mampu bersedekah atau membayar zakat," jelasnya.
Baca Juga: Debut Bersama Kendal Tornado FC Jadi Pengalaman Baru Yushi Yamaya
Menurut Mahdum, sekitar separuh dari total dana yang dikelola Baznas RI dialokasikan untuk berbagai program zakat produktif. Salah satunya melalui pengembangan Z-Mart.
Saat ini terdapat sekitar 6.000 unit Z-Mart yang dikembangkan di berbagai wilayah Indonesia. Dari jumlah tersebut, 1.002 unit berada di Jawa Tengah, termasuk di Kabupaten Kendal.
Namun, bantuan modal saja dinilai tidak cukup. Pengelola usaha juga dituntut mengikuti perubahan perilaku konsumen.
Mahdum mendorong Z-Mart di Kendal tidak hanya menunggu pembeli datang. Layanan antar kebutuhan pokok atau delivery dapat dikembangkan untuk memperluas pasar dan mempertahankan pelanggan.
Baca Juga: Petugas Gabungan Intensifkan Pendinginan, Bara di TPA Lama Darupono Kendal Diwaspadai
"Z-Mart bisa mengantar kebutuhan. Jadi harus proaktif dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat," ujarnya.
Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengatakan, program tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah memperkuat ekonomi masyarakat. Ia berharap lima unit usaha yang dikembangkan Baznas dapat terus tumbuh dan melahirkan pelaku usaha baru.
"Kami berharap program ekonomi produktif BAZNAS ini tidak berhenti saat peluncuran saja. Zakat produktif ini diharapkan mampu melahirkan wirausaha-wirausaha baru yang semakin besar sehingga membuka lapangan kerja baru dan menciptakan kemandirian usaha," kata Tika.
Menurutnya, kerja sama dengan Baznas juga menyentuh sektor pendidikan. Salah satunya melalui program Satu Desa Satu Sarjana.
Baca Juga: Masuk Semifinal, Kafilah Ditantang Gali Gagasan Soal “Ecotheology”
Saat ini sekitar 62 penerima beasiswa Baznas Kendal mendapatkan pembiayaan pendidikan hingga lulus di lima perguruan tinggi di Kendal.
Sementara itu, Ketua Baznas Kendal Syamsul Huda mengatakan penerima program usaha mendapatkan bantuan yang disesuaikan dengan jenis usahanya. Bantuan diberikan dalam bentuk barang maupun modal, disertai pelatihan dan pendampingan.
"Setiap program itu ada pendampingnya. Untuk modal masing-masing program itu beda. Yang Z-Laundry itu Rp15 juta, Z-Auto Rp15 juta, dan yang Z-Mart itu Rp8 juta," ungkapnya.
Baznas juga memberikan perlindungan sosial kepada pelaku usaha melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
Pendampingan tersebut diharapkan membuat penerima manfaat tidak berhenti pada tahap menerima bantuan. Usaha yang dibangun diharapkan terus berkembang, menghasilkan pendapatan, membuka peluang kerja dan secara perlahan mengubah posisi mustahik menjadi masyarakat yang mandiri.
Pada akhirnya, zakat diharapkan tidak hanya menyelesaikan kebutuhan hari ini, tetapi juga membuka jalan bagi penerimanya untuk memiliki kehidupan ekonomi yang lebih kuat.**
Artikel Terkait

Puncak Kepadatan Pengunjung Wisata Guci Diperkirakan Akhir Desember Hingga Awal Januari 2027

Waspadai Penularan TBC di Kabupaten Tegal, Kasus Peringkat Tertinggi 3 di Jateng

Jalur Pasar-Stasiun Weleri Kendal Jadi Perhatian, PKL Diberi Imbauan Humanis
