Zakat Tak Sekadar Bantuan, Baznas Kendal Buka Lima Usaha Produktif

Rabu, 16 September 2026 | 17.38
Peluncuran lima unit usaha yang diluncurkan Baznas Kendal.
Peluncuran lima unit usaha yang diluncurkan Baznas Kendal.

Baznas Kendal meluncurkan lima unit usaha produktif untuk membantu mustahik mandiri melalui Z-Mart, Z-Auto, Z-Laundry, Z-Barber, dan ZCD-Pro Tani.

KENDAL, puskapik.com – Zakat tak lagi berhenti sebagai bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan. Di Kabupaten Kendal, dana zakat mulai didorong menjadi penggerak usaha agar penerimanya mampu berdiri di atas kaki sendiri.

Upaya itu diwujudkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kendal melalui program pendayagunaan ekonomi produktif. Sebanyak lima unit usaha diluncurkan di Pendopo Tumenggung Bahurekso, Rabu 16 September 2026.

Lima unit tersebut terdiri atas Z-Mart, Z-Auto, Z-Laundry, Z-Barber dan ZCD-Pro Tani. Jenis usahanya disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari toko sembako, bengkel, laundry, jasa potong rambut hingga produksi pupuk organik berbahan kotoran hewan (kohe).

Baca Juga: Laporan Warga, Polisi Gercep Padamkan Api di Perbatasan Brebes-Tegal

Bagi Baznas, bantuan tersebut bukan sekadar memberi modal kepada mustahik. Ada target yang lebih panjang, yakni mendorong penerima zakat agar suatu saat tidak lagi menjadi penerima, tetapi mampu menjadi muzaki.

Pimpinan Baznas RI Mohammad Mahdum mengatakan, pola zakat produktif dibangun untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap bantuan sosial.

"Tujuannya memastikan bahwa para penerima zakat dari BAZNAS ini tidak bergantung lagi pada BAZNAS. Diharapkan setelah mendapatkan dana dan dibina oleh BAZNAS, mereka bisa menjadi orang yang mampu, paling tidak mampu bersedekah atau membayar zakat," jelasnya.

Baca Juga: Debut Bersama Kendal Tornado FC Jadi Pengalaman Baru Yushi Yamaya

Menurut Mahdum, sekitar separuh dari total dana yang dikelola Baznas RI dialokasikan untuk berbagai program zakat produktif. Salah satunya melalui pengembangan Z-Mart.

Saat ini terdapat sekitar 6.000 unit Z-Mart yang dikembangkan di berbagai wilayah Indonesia. Dari jumlah tersebut, 1.002 unit berada di Jawa Tengah, termasuk di Kabupaten Kendal.

Namun, bantuan modal saja dinilai tidak cukup. Pengelola usaha juga dituntut mengikuti perubahan perilaku konsumen.

Mahdum mendorong Z-Mart di Kendal tidak hanya menunggu pembeli datang. Layanan antar kebutuhan pokok atau delivery dapat dikembangkan untuk memperluas pasar dan mempertahankan pelanggan.

Baca Juga: Petugas Gabungan Intensifkan Pendinginan, Bara di TPA Lama Darupono Kendal Diwaspadai

"Z-Mart bisa mengantar kebutuhan. Jadi harus proaktif dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat," ujarnya.

Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengatakan, program tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah memperkuat ekonomi masyarakat. Ia berharap lima unit usaha yang dikembangkan Baznas dapat terus tumbuh dan melahirkan pelaku usaha baru.

Halaman 1 dari 2