Kedai Cisslovers Balapulang, Pelopor Jajanan Unik di Tegal
Kamis, 18 Desember 2025 | 01.32

SLAWI, puskapik.com - Bagi pecinta jajanan keju, mungkin perlu mencoba kedai yang satu ini. Meski tempatnya sederhana, namun jajan keju yang disajikan tak kalah dengan cafe atau hotel berbintang. Nama...
SLAWI, puskapik.com - Bagi pecinta jajanan keju, mungkin perlu mencoba kedai yang satu ini. Meski tempatnya sederhana, namun jajan keju yang disajikan tak kalah dengan cafe atau hotel berbintang.
Nama kedainya, Cisslovers. Berlokasi di Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal. Kedai ini menjadi pelopor jajanan unik keju di Kabupaten Tegal.
Kedai Cisslovers hadir di Balapulang sebagai jawaban atas minimnya variasi kuliner di daerah. Kedai ini berdiri berawal berawal dari kecintaan Dewi Isnaeni Febrianti (23), sang pemilik kedai ini pada keju. Ia pun mendidirikan kedai ini dengan konsep yang benar-benar berbeda.
Inspirasi utamanya adalah menggabungkan konsep menu populer dengan sentuhan keju yang ekstrem. Ini setelah melihat tren dimsum goreng keju viral.
"Awalnya saya itu suka banget sama keju. Nah, di daerah Balapulang ini ternyata kulinernya juga masih minim banget," ungkap Dewi, pemilik Cisslovers.
Ia mengungkapkan, prosesnya sangat cepat. Ide datang dari TikTok, lalu langsung di uji coba keesokan harinya. Setelah memasak ulang (recook-red), ia meminta pendapat ke saudara yang menjadi tester masakannya.
Dari hasil ini, ia langsung memulai penjualan melalui sistem Pre-Order untuk memperkenalkan produknya.
Keunikan Cisslovers ini, lanjut dia, terletak pada variasi menu yang serba keju. Ini yang belum ada di Balapulang.
Tidak hanya dimsum, menu andalannya mencakup Cireng Kuah Creamy, Lumpia Udang Keju, hingga Bola Udang Keju.
"Menu nya itu serba keju bukan hanya dimsum goreng meltingnya, melainkan menu lainnya juga," jelas Dewi.
Untuk harga, Dewi ternyata tidak mematok tinggi, dan sangat terjangkau. Berkisar antara Rp 10.000 hingga Rp 14.000 saja.
Meski menghadapi banyak saingan dan perbandingan, Dewi mengatasi kesulitan dengan fokus pada penjualan sendiri dan menjadikan masukan pelanggan sebagai evaluasi.
Target pasarnya pun meluas, dari anak muda, kini Cisslovers menyasar kalangan ibu- ibu dan anak- anak. Camilan ini cocok untuk menahan lapar.
"Harus punya ide yang beda dari yang lain, kalo misal pun sama kita harus punya keunikannya sendiri jangan sama plek ketiplek sama pas liat referensi," pesan Dewi saat ditemui di kedainya di Balapulang Wetan RT 04 RW 04.
Cisslover membuktikan bahwa keberanian untuk berinovasi dan menciptakan nama jajanan sendiri adalah kunci sukses di tengah persaingan kuliner. **



