DPRD Minta Bantuan Korban Kebakaran Pasar Pagi Pemalang Tak Pilih Kasih

Selasa, 13 Januari 2026 | 12.36
Audiensi pedagang korban kebakaran Pasar Pagi Pemalang di Gedung DPRD, Senin 12 Januari 2026/PUSKAPIK/ERIKO GARDA DEMOKRASI
Audiensi pedagang korban kebakaran Pasar Pagi Pemalang di Gedung DPRD, Senin 12 Januari 2026/PUSKAPIK/ERIKO GARDA DEMOKRASI

DPRD Pemalang dorong bantuan korban kebakaran Pasar Pagi berdasarkan kerugian riil pedagang, tidak hanya mengacu data e-retribusi.

PEMALANG, puskapik.com – DPRD Pemalang mendesak agar bantuan bagi pedagang korban kebakaran kios pakaian Pasar Pagi Pemalang tak hanya didasarkan data administrasi semata, namun kondisi riil kerugiannya.

Hal itu disampaikan anggota Komisi C DPRD Pemalang, Hepi Priyanto saat audiensi bersama pedagang korban kebakaran Pasar Pagi Pemalang di Gedung DPRD, Senin 12 Januari 2026.

Hepi Priyanto meminta agar pemberian bantuan untuk pedagang korban kebakaran di kios pakaian Pasar Pagi Pemalang ditinjau ulang.

Baca Juga: Merasa Tersisihkan, Pedagang Korban Kebakaran Pasar Pagi Ngadu ke DPRD Pemalang

Menurutnya pemberian bantuan untuk korban mestinya tak hanya berpaku pada data penerimaan E-retribusi pedagang, melainkan kondisi riil lapak pedagang di kios Pasar Pagi Pemalang.

Pasalnya mereka sama-sama menjadi korban kebakaran Pasar Pagi Pemalang. Dimana ada barang-barang dagangan mereka di dalam kios yang hangus terbakar.

"Jangan hanya melihat dari E-retribusi saja, tapi kondisi riil keberadaan mereka seperti apa, sehingga menunjukan ada nilai adil," kata legislator Partai Golkar itu.

Hal senada disampaikan anggota Komisi C DPRD Pemalang lainnya, Mahbub Djunaidi. Dia meminta agar Diskumdag Pemalang bijak dalam menanggapi keluh kesah pedagang itu.

Baca Juga: Tidak Semua Korban Kebakaran Pasar Pagi Pemalang Dapat Bantuan, Ini Alasannya

"Mereka kesini mencari keadilan, memang keadilan itu sangat fluktuatif, tergantung penafsirannya, adil buat si A belum tentu buat si B." terang Mahbub Djunaidi.

"Semoga mereka memperoleh kebijakan yang sama, dan pada akhirnya teman-teman di pasar pagi giatlah untuk menunaikan kewajiban retribusi, tata tertib dan seterusnya." imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah pedagang korban kebakaran kios pakaian Pasar Pagi Pemalang mengadu ke DPRD lantaran tidak mendapat bantuan dari pemerintah seperti pedagang lainnya.

Para pedagang korban kebakaran kios pakaian Pasar Pagi Pemalang itu pun beraudiensi di Gedung DPRD Pemalang bersama pimpinan dan komisi C DPRD Pemalang, Senin 12 Januari 2026.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Dan Perdagangan Pemalang, Rosi Kartika Dewi, mengungkapkan, total ada 59 pedagang yang mendapat bantuan dari pemerintah.

Pemerintah Kabupaten Pemalang memberi bantuan santunan dengan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) kepada 59 pedagang lantaran mereka memenuhi sejumlah kriteria yang telah ditentukan.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait