DPRD Pemalang Evaluasi Disiplin Anggota Usai Kursi Kosong Rapat Paripurna Disorot

BK DPRD Pemalang mengevaluasi disiplin anggota usai minimnya kehadiran dalam rapat paripurna. Hasil pembahasan rapat tertutup belum diumumkan ke publik.
PEMALANG, puskapik.com – Badan Kehormatan (BK) DPRD Pemalang menggelar rapat evaluasi terkait kedisiplinan anggota dewan dalam menghadiri agenda-agenda resmi DPRD.
Evaluasi tersebut dilakukan menyusul sorotan terhadap banyaknya anggota yang tidak hadir dalam rapat paripurna beberapa waktu lalu.
Rapat dengan agenda pembahasan kedisiplinan anggota DPRD Kabupaten Pemalang dalam menghadiri rapat-rapat DPRD itu dilaksanakan secara tertutup pada Rabu, 17 Juni 2026.
Baca Juga: Kesepakatan Baru MBG di Jateng, SPPG Wajib Serap Telur dan Ayam Peternak Lokal Dua Kali Seminggu
Ketua BK DPRD Pemalang, Bambang Setijono memimpin langsung rapat tersebut. Tampak hadir pula Wakil Ketua BK, Khodori, serta anggota BK, Mukhtarudin; Rifatur Rosidah ; dan Siswanto.
Meski telah melakukan evaluasi, BK DPRD Pemalang tak bisa mengungkap hasil pembahasan kepada publik. Bambang Setijono menyampaikan bahwa rapat bersifat internal.
"Mohon maaf kemarin BK (Badan Kehormatan) rapat Internal atau rapat tertutup." tutur Bambang Setijono kepada puskapik.com via seluler, Jumat 19 Juni 2026.
Baca Juga: Bupati Batang Ungkap Area Food Court Alun-alun Bandar Dibangun 2027
Sebelumnya, tingkat kehadiran anggota DPRD Pemalang menjadi sorotan setelah banyak kursi anggota dewan terlihat kosong dalam rapat paripurna yang digelar pada Senin 8 Juni 2026.
Berdasarkan pantauan langsung di ruang sidang utama DPRD Pemalang, sebagian besar kursi anggota dewan tidak terisi selama jalannya rapat.
Dari hasil penghitungan di lokasi, hanya sekitar 15 anggota DPRD bersama tiga pimpinan dewan yang tampak mengikuti rapat paripurna.
Namun, jumlah tersebut berbeda dengan daftar hadir yang menunjukkan sebanyak 35 orang tercatat menandatangani kehadiran.
Menjelang berakhirnya rapat, dua anggota dewan lainnya terlihat memasuki ruang sidang dan menempati kursi masing-masing.
Dalam jalannya rapat, bahkan sempat muncul interupsi dari salah seorang anggota DPRD yang menyinggung persoalan kehadiran rekan-rekannya.
Minimnya kehadiran anggota dewan dalam forum resmi tersebut memunculkan keprihatinan di tengah masyarakat.


