Sejarah Nama Desa Yamansari Tegal, Dimulai dari Titik Makam Syekh Syihabuddin Al Yaman

Sabtu, 6 September 2025 | 15.52
Sejarah Nama Desa Yamansari Tegal, Dimulai dari Titik Makam Syekh Syihabuddin Al Yaman

TEGAL, puskapik.com - Desa Yamansari, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, memiliki nama yang unik. Nama desa yang berada di wilayah tengah Kabupaten Tegal ini, seperti nama negara di Jazirah Arab, ya...

TEGAL, puskapik.com - Desa Yamansari, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, memiliki nama yang unik. Nama desa yang berada di wilayah tengah Kabupaten Tegal ini, seperti nama negara di Jazirah Arab, yakni Negara Yaman. Apakah keberadaan Desa Yamansari ada kaitannya dengan makam Syekh Syihabuddin Al Yaman yang berada di desa tersebut? Yamansari yang kini dipimpin oleh HM Mu''min memiliki jumlah penduduk sekitar 11 ribu jiwa. Desa dengan luas 242,232 hektare, terdapat makam kuno yang sejak ratusan tahun lalu, kerap dikunjungi para peziarah dari masyarakat sekitar hingga luar daerah. Makam yang berada di Dukuh Yomani dengan dikelilingi pohon-pohon besar itu, dipercaya masyarakat sekitar merupakan makam waliulloh. Akan tetapi, tidak banyak catatan sejarah asal muasal Syekh Syihabuddin Al Yaman. Tim penelusuran sejarah yang dipimpin Teguh Mulyadi yang merupakan Kepala Dispermades Kabupaten Tegal ini, menelisik peninggalan sejarah di makam Syekh Syihabuddin. Hasil penelusuran yang berpegangan pada Buku Tijdschirft Voor Indische oleh Van Ronkel Belanda yang diterbitkan tahun 1980, dan peta lama bahwa benar ada makam kuno di Yamansari. Makam itu dalam buku dinamakan Syekh Abudin yang berasal dari Kerajaan Yaman atau Arab. Melihat dari bentuk nisan terkuat masa kehidupan Syekh Abudin sekitar tahun 1600. Nisan Syekh Abudin atau Syekh Syihabuddin Al Yaman ini, seperti nisan milik Adipati Martoloyo era Mataram. Dari ciri-ciri nisan makam Syekh Syihabuddin diprediksi jabatan terakhir seorang tumenggung. Namun, di nisan ini juga terdapat bulatan bulan atau Purnomosidi yang merupakan simbol seorang waliyullah atau penganut Nabi Muhammad SAW. Dalam buku Tijdschirft Voor Indische juga disebutkan di sebelah makam Syekh Syihabuddin ada makam kuno lainnya, yakni makam Mbah Tayum yang merupakan murid dari Sunan Kalijaga. Ada satu makam yang merupakan makam kuno dengan jenis nisan yang mirip makam Syekh Syihabuddin dan Mbah Tayum. Sayangnya, dalam buku Tijdschirft Voor Indische tidak ada catatan tentang makam ini. Nisan makam tersebut bergaya Jawa Timuran. Sohibul Haul Syekh Syihabuddin, M Khuzaeni yang akrab disapa Jeni menuturkan, makam Syekh Syihabuddin sudah ramai di kunjungi sejak ratusan tahun lalu. Namun, pihaknya yang mendapatkan amanah untuk meneruskan merawat makam Syekh Syihabuddin dari ayahnya itu, baru menggelar sekitar 14 tahun lalu sekitar tahun 2004. Pihaknya juga telah melengkapi makam Syekh Syihabuddin dengan bangunan untuk orang berziarah, tembok keliling bernuansa keraton, dan kelengkapan lainnya. "Saya mendapatkan cerita dari para pendahulu tentang Syekh Syihabuddin. Namun, saya ingin mendapatkan data otentik dari buku atau literasi lainnya," kata Jeni yang juga Anggota DPRD Kabupaten Tegal itu. Dengan penelusuran tersebut, Jeni meyakini bahwa makan Syekh Syihabuddin merupakan waliyullah yang selama ini banyak karomah yang diceritakan para peziarah. Jeni juga menyimpulkan nama desanya, Yamansari juga berasal dari nama Syekh Syihabuddin yang berasal dari Yaman. Namun, Syekh Syihabuddin bukan merupakan keturunan Ba''Alawi, karena Syekh Syihabuddin datang dari Kerajaan Yaman di bawah tahun 1600. Sedangkan, diketahui bahwa keturunan Ba''Alawi yang juga dari Negara Yaman datang ke Indonesia di tahun 1800. "Di sebelah selatan juga sempat ada Candi Nangsi yang saat ini sudah hilang. Namun, masih ada beberapa peninggalannya seperti mata air Nangsi," ujar Jeni. Candi Nangsi yang juga banyak menyebutnya Candi Siwa sempat ada sisa peninggalannya berupa watu lumpang. Lumpang ini dipindahkan di Makam Adipati Mangon Onang yang tidak jauh dari Candi Nangsi. Namun, karena banyak warga yang menyalahgunakan lumpang itu untuk meminta nomor togel, sehingga dihancurkan oleh warga. "Masih ada warga yang sempat melihat peninggalan Candi Nangsi dibawa oleh Belanda. Bahkan, jalan setapak yang untuk mengangkut peninggalan Candi Nangsi masih ada," terang Jeni. Di lokasi Makam Syekh Syihabuddin juga terdapat beberapa makam kuno dan baru. Makam yang disatukan dengan makam umum warga Yamansari ini, juga terdapat beberapa nisan kuno. Diperkirakan, makam-makam tersebut merupakan pasukan dari Syekh Syihabuddin. "Keluarga kami juga dimakamkan di samping Makam Syekh Syihabuddin. Namun, kami tidak tahu apakah keluarga saya masih keturunan dari Syekh Syihabuddin," pungkasnya. **

Artikel Terkait