Bagi Investor Silahkan Pilih, Inilah 3 Kawasan Industri Wilayah Selatan Kabupaten Tegal

Pemkab Tegal buka peluang investasi lewat tiga kawasan industri selatan: Margasari, Balapulang, dan Lebaksiu dengan lahan luas dan akses strategis
SLAWI, puskapik.com - Pemerintah Kabupaten Tegal membuka pintu selebar-lebarnya bagi investor yang mau menanamkan modalnya. Investor diberikan keleluasaan untuk memilih lokasi investasi yang telah ditetapkan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Tegal Tahun 2023–2043.
Data dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tegal, inilah 3 lokasi Kawasan Peruntukan Industri (KPI) wilayah selatan di Kabupaten Tegal:
1. Kawasan Industri Margasari
Baca Juga: Eks Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo Bebas Bersyarat Usai Jalani 3 Tahun 8 Bulan Penjara
Di bagian selatan Kabupaten Tegal, tepatnya di sisi utara Kecamatan Margasari, terdapat Kawasan Peruntukan Industri yang paling luas yaitu 448,93 Ha. Hingga kini, kawasan industri Margasari telah berdiri sejumlah pabrik yang telah menggunakan lahan seluas 155,38 Ha.
Didukung oleh akses jalan nasional, kondisi lahan yang datar, dan ketersediaan pasokan energi dan air bersih.
Dengan potensi yang dimiliki, kawasan ini terbuka luas bagi para investor dan pelaku usaha untuk bersama-sama mengembangkan bisnis serta mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tegal.
Baca Juga: 300 Kursi Perangkat Desa di Batang Kosong, Dispermades Tunggu Regulasi Pusat untuk Rekrutmen
2. Kawasan Industri Balapulang
Kawasan Industri Balapulang memiliki lahan terluas kedua dengan luasan 424,46 Ha. Sementara ini, lahan yang sudah digunakan seluas 99,9 Ha.
Lokasi kawasan industri Balapulang berada di jalan nasional atau arteri primer dengan kondisi lahan landa.
Untuk energi listrik primer, namun untuk air baku tidak ada sungai. Sedangkan industri yang telah berkembang, diantaranya makanan dan minuman, tekstil, pakaian jadi, kayu dan furniture, serta industri logam.
3. Kawasan Industri Lebaksiu
Kawasan Industri Lebaksiu memiliki lahan seluas 65,14 Ha. Kawasan dengan kondisi lahan landai telah digunakan seluas 42,91 Ha. Kawasan ini berada di jalan nasional atau arteri primer dengan energi listrik primer. Sedangkan air baku berasal dari Sungai Gung.
Industri yang telah berkembang, diantaranya sepatu olahraga, alas kaki untuk keperluan sehari-hari, pakaian jadi dari tekstil, penintal benang, dan konstruksi gedung lainnya.
Artikel Terkait

Rangkaian Kegiatan Hari Jadi ke-425 Kabupaten Tegal Dimeriahkan Kirab Tombak Kyai Pleret hingga Konser Denny Caknan

Melawan Arus Konten Dangkal, Disperpusip Kabupaten Tegal Ajak Gen Z dan Milenial Bikin Video Konten Literasi yang Menarik

Panik Tangisan Terdengar Sekuriti, Ibu Muda di Tegal Dekap Bayinya Hingga Tewas, Jasad Bayi Ditinggal di Lemari Kos
