Baznas Kabupaten Tegal Gelar Latihan Dasar Kelompok Mengelola Warung Kelontong Bagi 30 Mustahik

Sebanyak 30 mustahik mengikuti LDK pengelolaan warung kelontong profesional dalam program Z-Mart Baznas Kabupaten Tegal di Gedung PKK Slawi, Selasa 2026.
Rudy menyebutkan, dalam pengembangan UMKM, proses naik kelas tidak terjadi secara instan, melainkan melalui tahapan yang terstruktur.
Rudy menegaskan, Pemerintah Kabupaten Tegal melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan memiliki komitmen kuat untuk terus mendukung pertumbuhan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian daerah.
LDK yang pertama kali ini menghadirkan Wahyu Hidayat, pendamping Z-Mart Baznas RI dan Kepala Toko Mutiara Cahaya Dukuhwaru, Aditya.
Wahyu Hidayat memaparkan tentang tata kelola warung kelontong, pengenalan lembaga Baznas RI, tata cara pencatatan keuangan , pembentukan kelompok dan menentukan vendor.
Wahyu menuturkan, setelah mendapat bantuan , 30 penerima Program Z-Mart akan didampingi dan dipantau selama satu tahun.
"Kami akan mendampingi pengembangan dan kendala yang dihadapi. Modal yang sudah diberikan agar berlanjut," ujarnya.
Sementara Aditya memberikan tips mengelola toko kelontong. Diantaranya ketersediaan, kelengkapan barang, penentuan harga dan pelayanan kepada pelanggan. **
Artikel Terkait

Breaking News, Jembatan Lama Ekoproyo Tegal Ambruk, Pondasi Tergerus Banjir Sungai Gung

Stok Darah PMI Kabupaten Tegal 10 Februari 2026 Aman, Gelar Donor Darah di Lapas Kelas IIB Slawi

Kapolres Tegal Tekankan Sinergitas Polri dan Pers
