BTQ Siswa Jadi Perhatian PGRI Tegal dalam Wacana Lima Hari Sekolah

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17.02
Ketua PGRI Kota Tegal, Eko Winarno.
Ketua PGRI Kota Tegal, Eko Winarno.

PGRI Kota Tegal menyoroti kemampuan BTQ siswa SMP dalam wacana lima hari sekolah agar pendidikan keagamaan dan karakter tetap terjaga siswa utuh.

TEGAL, puskapik.com - PGRI Kota Tegal memberi perhatian serius terhadap kemampuan baca tulis Al-Qur'an atau BTQ siswa SMP di tengah wacana penerapan lima hari sekolah.

PGRI menilai, kebijakan tersebut tidak boleh mengabaikan aspek pendidikan keagamaan peserta didik.

Ketua PGRI Kota Tegal, Eko Winarno mengatakan, wacana lima hari sekolah masih memerlukan kajian mendalam, terutama jika dikaitkan dengan kondisi riil kemampuan BTQ siswa SMP di Kota Tegal.

Baca Juga: Perjuangan Sartini Selamatkan Dua Anak Disabilitas Saat Banjir Bandang Pemalang

Eko mengungkapkan, berdasarkan hasil survei dan observasi yang dilakukan PGRI, masih banyak siswa SMP yang belum lancar membaca Al-Qur’an.

Kondisi tersebut menjadi keprihatinan tersendiri bagi para guru.

"Ini menjadi keprihatinan bersama dan sudah kami sampaikan ke berbagai pihak. Mari bersama-sama memberantas buta aksara Al-Qur’an," ujar Eko, Sabtu, 31 Januari 2026.

Baca Juga: Gagalkan Peredaran Narkoba di Wiradesa, Satres Narkoba Polres Pekalongan Sita Puluhan Gram Bibit Tembakau Sintetis

Menurut Eko, sebagian guru khawatir penerapan lima hari sekolah akan berdampak pada waktu belajar siswa di luar sekolah, khususnya dalam mengikuti pendidikan keagamaan seperti di TPQ dan MDTA.

"Kami juga tidak ingin mengorbankan anak-anak sampai tidak bisa baca tulis Al-Qur’an," kata Eko.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait