Data Putus Sekolah di Kota Tegal Terkuak, Mahasiswa Diajak Turun Tangan

Kamis, 7 Mei 2026 | 15.05
Perwakilan Aliansi Mahasiswa Tegal, berfoto bersama usai mengikuti audiensi bersama Pemerintah Kota dan DPRD Kota Tegal di Ruang Rapat Komisi I, Rabu 6 Mei 2026.
Perwakilan Aliansi Mahasiswa Tegal, berfoto bersama usai mengikuti audiensi bersama Pemerintah Kota dan DPRD Kota Tegal di Ruang Rapat Komisi I, Rabu 6 Mei 2026.

Disdikbud Kota Tegal ajak mahasiswa berkolaborasi tangani anak putus sekolah yang masih tercatat 1.420 orang melalui relawan pendidikan dan edukasi.

TEGAL, puskapik.com - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal, mengajak mahasiswa ikut terlibat dalam upaya penanganan anak putus sekolah hingga persoalan pendidikan lain di Kota Bahari.

Ajakan itu disampaikan Kepala Disdikbud Kota Tegal, Dewi Umaroh, saat audiensi bersama Aliansi Mahasiswa Tegal di Ruang Rapat Komisi I DPRD Kota Tegal, Rabu 6 Mei 2026.

Menurut Dewi, mahasiswa dapat mengambil peran sebagai relawan pendidikan, nara sumber kegiatan edukasi hingga agen pendidikan di tengah masyarakat.

Baca Juga: Bupati Banyumas Serahkan Mobil Siaga CSR untuk Desa Kalibagor, Dukung Layanan Darurat Warga

"Adanya Aliansi Mahasiswa Tegal, kami ajak untuk berkolaborasi," kata Dewi.

Dewi mengungkapkan, berdasarkan data awal Pusat Data dan Teknologi Informasi atau Pusdatin, terdapat 2.906 orang di Kota Tegal yang tercatat tidak melanjutkan sekolah.

Namun setelah dilakukan verifikasi dan validasi, jumlah tersebut menyusut menjadi 1.420 orang.

Dari jumlah itu, sebanyak 173 orang menyatakan berminat kembali melanjutkan pendidikan.

Baca Juga: Warga Cilibur Brebes Bangun Jalan Putus Secara Swadaya, Anggaran Capai Rp300 Juta

"Karena usianya macam-macam, diarahkan ke sekolah nonformal. Kalau di PKBM itu bayar, sedangkan SKB gratis," ujar Dewi.

Dewi berharap, mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pengkritik kebijakan, tetapi juga ikut turun langsung mendampingi masyarakat, khususnya anak-anak yang rentan putus sekolah.

Sementara itu, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono menegaskan, sektor pendidikan dan kesehatan menjadi fokus utama pemerintahannya sejak awal menjabat kepala daerah.

Menurut Dedy Yon, Pemkot Tegal bahkan mengalokasikan anggaran pendidikan melebihi ketentuan mandatory spending yang diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945.

"Kalau minimal 20 persen, kita di Kota Tegal anggarkan sekitar 25 persen untuk pendidikan," kata Dedy Yon.

Dedy Yon menyebut, pemerintah daerah terbuka terhadap berbagai masukan, termasuk dari kalangan mahasiswa.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait