Komisi X DPR Dorong Penguatan Karakter di Tengah Digitalisasi Pendidikan

Komisi X DPR RI mendorong penguatan pendidikan karakter di tengah digitalisasi dan penggunaan AI. Teknologi dinilai harus diimbangi etika dan nilai moral.
TEGAL, puskapik.com - Penguatan nilai-nilai karakter dinilai menjadi faktor kunci yang tidak bisa ditawar di tengah percepatan digitalisasi pendidikan, termasuk masuknya kecerdasan buatan atau AI dalam proses belajar mengajar.
Hal tersebut mengemuka dalam workshop pendidikan bertema 'Penguatan Nilai-Nilai Karakter dalam Digitalisasi Pendidikan' yang digelar Kemendikdasmen bersama Komisi X DPR RI di Kota Tegal, Sabtu 22 Agustus 2026.
Kegiatan ini diikuti sekitar 200 peserta dari JSIT wilayah Jawa Tengah serta guru dari Kota Tegal, Kabupaten Tegal dan Brebes.
Baca Juga: Budaya Lokal Tegal Tertutup di TNC 2026
Hadir antara lain perwakilan Direktorat PAUD Kemendikdasmen Djajeng Baskoro, Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih, unsur JSIT Indonesia serta Disdikbud Kota Tegal.
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih menegaskan, tantangan pendidikan saat ini tidak hanya pada penguasaan teknologi, tetapi juga pada penguatan karakter peserta didik agar tetap memiliki etika di tengah derasnya arus digital.
Fikri menilai, literasi digital tidak cukup dimaknai sebagai kemampuan teknis, melainkan juga mencakup pembentukan sikap, daya tahan mental dan kesadaran kritis dalam menggunakan teknologi.
Baca Juga: 393 KK di Kendal Mulai Kesulitan Air Bersih, Distribusi Terus Dilakukan
"Secanggih apa pun teknologi atau AI yang diadopsi, harus tetap diimbangi dengan karakter yang kuat agar tidak berdampak destruktif," ujar Fikri.
Fikri juga mendorong agar penguatan pendidikan karakter dan etika moral dapat masuk dalam revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, sebagai respons atas berbagai persoalan seperti perundungan, kekerasan digital hingga degradasi moral peserta didik.
Sementara itu, Kabid PPTK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal, Listiana Kusumawardani menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut.
Listiana menilai, digitalisasi pendidikan harus berjalan beriringan dengan penguatan karakter guru maupun siswa.
Direktorat PAUD Kemendikdasmen, Djajeng Baskoro menyebut workshop ini sebagai upaya strategis untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengintegrasikan nilai moral, sikap dan kebiasaan positif dalam proses pembelajaran.
Baskoro berharap, nilai-nilai Pancasila dapat diterapkan secara nyata dalam budaya sekolah dan aktivitas belajar sehari-hari. **


