Lawan Jarak di Era Gadget, Festival Anak di Tegal Perkuat Ikatan Keluarga

Tegal Children's Festival 2026 hadir sebagai ruang kreatif keluarga. Orang tua diajak terlibat dalam seni, literasi, dan aktivitas interaktif bersama anak selama liburan.
TEGAL, puskapik.com - Di tengah gempuran aktivitas digital yang kian menyita perhatian, Tegal Children's Festival atau TCF 2026 hadir sebagai ruang alternatif bagi keluarga untuk kembali terhubung secara hangat dan bermakna.
Mengusung tema A Day with Parents, festival yang memasuki tahun keempat ini menempatkan keluarga, khususnya orang tua sebagai bagian penting dalam proses belajar dan tumbuh kembang anak selama masa liburan sekolah.
Berlangsung di Spasi Creative Space sejak Sabtu 4 Juli kemarin, TCF 2026 menghadirkan beragam kegiatan kreatif, mulai dari seni sastra, seni rupa, seni pertunjukan hingga kelas memasak dan permainan interaktif.
Baca Juga: Temuan SPI di Kota Tegal, Persepsi Gratifikasi di Sekolah Masih Tinggi
Seluruh aktivitas dirancang agar orang tua tidak sekadar menjadi penonton, melainkan ikut terlibat dalam proses kreatif anak.
Direktur TCF 2026, Riandini Tri Astuti mengatakan, tema yang diangkat menjadi refleksi pentingnya kehadiran orang tua dalam kehidupan anak, terutama di tengah perubahan pola interaksi akibat perkembangan teknologi.
"Festival ini kami harapkan menjadi ruang yang hangat dan menyenangkan, sekaligus menghadirkan kenangan yang bermakna bagi anak dan orang tua," ujar Dini.
Tak hanya menghadirkan aktivitas seni, penyelenggaraan tahun ini juga melahirkan karya literasi berupa buku berisi 14 cerita yang ditulis oleh anak-anak.
Cerita tersebut mengangkat pengalaman personal mereka bersama orang tua, keluarga dan lingkungan sekitar.
Menurut Dini, karya-karya tersebut menunjukkan bahwa anak memiliki cara sendiri dalam mengekspresikan pengalaman dan perasaannya melalui berbagai medium, mulai dari tulisan hingga seni pertunjukan.
Bunda Literasi Kota Tegal, Gadis Sephi Febriana, mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam menghadirkan ruang kreatif bagi anak.
Gadis menilai, di tengah percepatan zaman, kehadiran orang tua menjadi faktor penting dalam membentuk karakter dan kemampuan anak.
"Rumah adalah sekolah pertama dan orang tua adalah guru pertama. Literasi bukan hanya membaca dan menulis, tetapi juga tentang empati, komunikasi dan kreativitas," ujar Gadis.
Rangkaian TCF 2026 dijadwalkan berlangsung hingga 11 Juli mendatang. Pada penutupan, panitia akan meluncurkan buku karya anak, menghadirkan pertunjukan Dokkar Puppet Theatre, musik serta berbagai penampilan seni lainnya.


