Mayoritas Indikator Kinerja Tegal 2025 Tercapai, Ketergantungan Transfer Masih Tinggi

Mayoritas indikator kinerja Tegal 2025 tercapai tinggi, namun ketergantungan dana transfer pusat masih dominan, jadi tantangan kemandirian fiskal daerah.
TEGAL, puskapik.com - Pemerintah Kota Tegal mengklaim mayoritas indikator kinerja pembangunan sepanjang 2025 tercapai.
Namun, di balik capaian tersebut, struktur keuangan daerah masih didominasi dana transfer dari pusat.
Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, menyebut 15 dari 17 indikator kinerja utama atau IKU berada pada kategori sangat tinggi dengan capaian di atas 91 persen.
Data itu disampaikan dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban atau LKPJ 2025 kepada DPRD Kota Tegal, Jumat 27 Maret 2026.
Baca Juga: Motor Tertabrak KA Harina di Weleri Kendal, Satu Pengendara Tewas
"Capaian ini menunjukkan kinerja pembangunan berjalan optimal pada tahun pertama RPJMD," kata Dedy Yon.
Sejumlah indikator yang menonjol antara lain indeks reformasi birokrasi 86,24, indeks SPBE 4,09 serta tingkat kepuasan masyarakat 86,68 yang masuk kategori baik.
Dari sisi makro, ekonomi Kota Tegal tumbuh 5,88 persen pada 2025, lebih tinggi dibanding rata-rata Jawa Tengah dan nasional.
Baca Juga: LSM Cordova Tegal Desak Polisi Tuntaskan Kasus Dugaan Pengeroyokan Anggotanya
Realisasi investasi bahkan melampaui target. Dari target Rp 1,86 triliun, investasi yang masuk mencapai Rp 2,62 triliun atau 141 persen, dengan serapan tenaga kerja lebih dari 22 ribu orang.
Sementara itu, tingkat pengangguran tercatat 5,82 persen dan angka kemiskinan 7,28 persen.
Meski kinerja indikator tergolong tinggi, struktur pendapatan daerah masih menjadi catatan.
Dari total pendapatan Rp 1,17 triliun, sebagian besar masih berasal dari transfer pusat, yang terealisasi sekitar Rp 731 miliar.
Sementara Pendapatan Asli Daerah atau PAD hanya menyumbang Rp 447,99 miliar.
Kondisi ini menunjukkan ketergantungan fiskal daerah masih cukup besar, meskipun realisasi pendapatan secara keseluruhan mencapai 97,11 persen dari target.



