Profesor Kyoto University Ungkap Ancaman Sampah Plastik Global di Kota Tegal

Profesor Kyoto University, Masaaki Okamoto, ungkap ancaman krisis sampah plastik global dalam kuliah umum internasional di Kota Tegal.
Dibutuhkan pendekatan komprehensif, mulai dari peralihan material plastik ke bahan ramah lingkungan, penguatan sistem pengolahan limbah terpadu, hingga pemanfaatan teknologi.
Baca Juga: 33 Ribu Rumah di Kendal Masih Tak Layak Huni
Okamoto juga menyoroti pentingnya edukasi prinsip 3R yakni Reduce, Reuse, Recycle, pengembangan teknologi pembersihan laut serta pemanfaatan limbah plastik sebagai sumber energi alternatif.
"Semua upaya ini harus berjalan beriringan dan melibatkan banyak pihak," tambah Okamoto.
Sementara itu, Rektor Universitas Harkat Negeri, Sudirman Said mengatakan, kuliah umum internasional menjadi ruang diskusi strategis bagi sivitas akademika, peneliti dan pegiat lingkungan dalam merespons tantangan lingkungan global.
Baca Juga: Sosialisasi Empat Pilar Anggota MPR RI Firnando di Kendal
Menurut Sudirman, perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga lingkungan membutuhkan proses panjang yang dimulai dari peningkatan pemahaman, didukung kebijakan yang tepat, penerapan yang konsisten, serta disiplin kolektif.
"Kegiatan ini merupakan langkah awal untuk membangun kesadaran bersama demi masa depan lingkungan yang lebih berkelanjutan," ujar Sudirman.
Sudirman juga memotivasi sivitas akademika Universitas Harkat Negeri agar tetap percaya diri dan berorientasi global meski berada di kota kedua.
Menurut Sudirman, kualitas akademik, jejaring internasional dan kontribusi keilmuan menjadi kunci daya saing perguruan tinggi di tingkat dunia. **



