PT KAI Daop 4 Siapkan Ongkos Bongkar Warga Panggung Tegal, Segini Besarannya

Kamis, 15 Januari 2026 | 14.27
Kawasan Depo Tegal akan dikembangkan PT KAI Daop 4 Semarang untuk akses masuk BBM dan penyambungan kereta.
Kawasan Depo Tegal akan dikembangkan PT KAI Daop 4 Semarang untuk akses masuk BBM dan penyambungan kereta.

PT KAI Daop 4 siapkan ongkos bongkar warga Panggung Tegal terdampak proyek stasiun, Rp200 ribu–Rp250 ribu per meter persegi jelang puasa.

TEGAL, puskapik.com - PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasional atau Daop 4 Semarang, menyiapkan ongkos bongkar bagi warga RT 17 dan RT 18/ RW 07 Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, yang rumahnya terdampak rencana pengembangan implasemen Stasiun Tegal dan Depo Tegal.

Manajer Penjagaan Aset PT KAI Daop 4 Semarang, Rifialda, menyebutkan bahwa kompensasi berupa ongkos bongkar telah diatur melalui Surat Keputusan atau SK perusahaan dengan besaran yang disesuaikan jenis bangunan.

"Untuk bangunan semi permanen, ongkos bongkar ditetapkan sebesar Rp 200 ribu per meter persegi. Sedangkan bangunan permanen Rp 250 ribu per meter persegi,” ujar Rifialda.

Baca Juga: Warga Panggung Harap Kebijakan PT KAI Tunda Pembongkaran Rumah, Ini Alasannya

Rifialda menjelaskan, dalam rencana pengembangan tersebut terdapat sekitar 28 bangunan warga yang diproyeksikan terdampak dan ditargetkan dapat dilakukan penertiban sebelum bulan puasa.

"Pengembangan implasemen Stasiun Tegal ini ada beberapa bangunan yang terdampak. Sekitar 28 bangunan diproyeksikan bisa kita laksanakan sebelum puasa," kata Rifialda kepada wartawan.

Rifialda menambahkan, PT KAI telah menyampaikan mekanisme serta teknis pembongkaran kepada warga serta pengurus RT setempat.

Baca Juga: Puluhan Rumah di Kelurahan Panggung Terdampak Rencana Pengembangan Depo Tegal

Dalam sosialisasi tersebut, warga juga menyampaikan sejumlah masukan, terutama terkait waktu pelaksanaan dan nilai kompensasi.

"Ada sebagian warga yang meminta penyesuaian waktu pembongkaran. Sekalian juga terkait kompensasi uangnya," ungkap Rifialda.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait