Keris Kyai Tapak Lima Panca Warna, Pusaka Sepuh Era Kerajaan Jenggala

Keris Kyai Tapak Lima Panca Warna, pusaka abad ke-11 era Kerajaan Jenggala, sarat filosofi luk 9, pamor doa, dan simbol kemuliaan.
SLAWI, puskapik.com - Pusaka Keris Kyai Tapak Lima Panca Warna tak banyak diketahui.
Bahkan, literasi tentang keris yang dipercaya dibuat pada era Kerajaan Jenggala, belum banyak diulas. Namun, keris peninggalan abad 11 itu, memiliki filosofi tinggi.
Keris Kyai Tapak Lima Panca Warna ini, bisa dijumpai di Galeri Budaya komplek Mako Grigif 4/ Dewa Ratna Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.
Baca Juga: Diterapkan, Bayar Parkir di City Walk Pemalang Gunakan QRIS
Keris Luk 9 ini dimiliki oleh Abdul Rozid, pecinta keris dan juga anggota Tosan Aji Patra Ganesha Tegal.
Abdul Rozid menceritakan asal mula mendapatkan keris langka itu.
Penjual aksesoris keris, cincin dan barang-barang antik lainnya itu, mendapatkan Keris Kyai Tapak Lima Panca Warna dari temannya asal Tegalsari, Kota Tegal, beberapa tahun silam. Ia mengaku kagum dengan Keris Kyai Tapak Lima Panca Warna ini.
Pasalnya, keris ini sangat tua, namun kondisinya masih cukup sempurna. Diakui, dibeberapa bagian sudah korosi karena termakan umur keris.
"Keris Kyai Tapak Lima Panca Warna diperkirakan dibuat pada era Kerajaan Jenggala di abad 11," kata Abdul Rozid yang juga membuka lapak di Galeri Budaya komplek Mako Grigif 4/ Dewa Ratna Slawi.
Abdul Rozid dalam dunia keris sudah sangat lama, sehingga melihat Keris Kyai Tapak Lima Panca Warna sebagai barang istimewa, sehingga tetap dipertahankan.
Keris ini memiliki Luk 9 yang filosofinya kesempurnaan, keberhasilan tertinggi, dan puncak pencapaian. Selain itu, Luk 9 sebagai kewibawaan dan karismatik.
"Panca Warna disimbolkan sebagai puncak dari kesaktian, sehingga pada zaman dulu biasanya dipakai oleh para pemuka agama," ujar Abdul Rozid yang akrab disapa Dul Jimat ini.
Sementara itu, Keris Kyai Tapak Lima Panca Warna ini juga memiliki pamor melati sebagai simbol doa penghargaan agar pemiliknya selalu wangi baik di masyarakat hingga langit.
Wangi di sini memiliki citra yang baik terhadap semua mahluk di muka bumi.
"Ada simbol juga Tunggak Semi yang artinya selalu tumbuh dan berkembang. Diharapkan yang memiliki keris ini bisa hidup layak tanpa kekurangan," kata Dul Jimat yang memiliki koleksi keris mencapai puluhan itu.
Tak hanya itu, keistimewaan Keris Kyai Tapak Lima Panca Warna juga terdapat Emas Ketiban yang merupakan simbol kekayaan.
Doa pengharapan yang memiliki keris ini, akan mendapatkan harta yang berlimpah.
"Keris ini jarang dijumpai, karena era pembuatannya sudah sangat lama," kata Dul Jimat.
Keris merupakan warisan budaya leluhur bangsa Indonesia, sehingga wajib terus dipelihara dan dilestarikan.
Setiap keris memiliki ciri khas masing-masing dengan simbol-simbol yang sarat makna dan filosofi. **


