Kunjungi SLB Mutiara Hati Bumiayu, Agung Widyantoro Borong Batik Ciprat

Anggota DPR RI Agung Widyantoro apresiasi karya siswa disabilitas SLB Mutiara Hati Brebes dengan memborong batik ciprat.
BREBES, puskapik.com- Anggota DPR RI Agung Widyantoro menyambangi SLB Mutiara Hati, Desa Laren, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Rabu 7 Januari 2026. Pada kesempatan itu, Agung memberikan apresiasi sekaligus memborong batik ciprat karya siswa penyandang disabilitas.
Agung hadir bersama sang istri, I Dewi Sang Ayu Putu Paramiarti, didampingi Kepala Desa Laren Arif Setiawan dan tokoh masyarakat Bumiayu H. Makmuri.
Di sekolah tersebut, Agung melihat langsung hasil karya batik ciprat yang menjadi salah satu program keterampilan di SLB Mutiara Hati Bumiayu. Teknik batik ciprat memungkinkan siswa mengekspresikan kreativitas secara bebas tanpa terikat pola kaku seperti pada batik tulis.
Baca Juga: Banjir Pekalongan Belum Teratasi, Sekolah Terendam dan Warga Mengungsi
Dari proses sederhana tersebut, lahir motif-motif unik yang menjadi ciri khas karya siswa SLB.“Ini keren. Anak-anak diberi ruang berekspresi, dan hasil karyanya punya nilai ekonomi,” kata Agung Widyantoro.
Tak sekadar memuji, Agung bahkan memborong sejumlah batik ciprat karya siswa SLB Mutiara Hati. Batik-batik tersebut akan digunakan untuk keperluan pribadi, keluarga, sekaligus seragam usaha miliknya.“Untuk saya, keluarga, sekaligus seragam karyawan Teras Padi,” ujarnya.
Sebagai anggota Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan, kebudayaan, pariwisata, dan ekonomi kreatif, Agung mendorong agar batik ciprat karya siswa SLB Mutiara Hati terus dikembangkan.
Baca Juga: Fraksi PDIP Tegal Tak Sepakat Pilkada Lewat DPRD, Pemicu Kemarahan Rakyat
Ia juga menilai Pemerintah Kabupaten Brebes perlu hadir memberikan dukungan, baik dalam pembinaan, promosi, maupun perluasan akses pasar.“Kalau didukung bersama, ini bisa menjadi bagian dari pengembangan ekonomi kreatif daerah,” katanya.
Sementara itu, Kepala SLB Mutiara Hati Bumiayu, M. Zaenal Umar, mengatakan kunjungan Anggota DPR RI tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi siswa penyandang disabilitas untuk terus berkarya dan percaya diri dengan potensi yang dimiliki.
“Anak-anak jadi lebih termotivasi. Mereka merasa karya yang dihasilkan dihargai dan punya peluang berkembang,” kata Zaenal Umar.
SLB Mutiara Hati Bumiayu berdiri sejak 2011 di bawah naungan Yayasan Penanganan Anak Berkebutuhan Khusus (YPABK) Mutiara Hati.
Saat ini, sekolah tersebut menampung 95 siswa dari jenjang TK hingga SMA, dengan dukungan 17 guru dan tenaga pendidik, serta aktif mengembangkan pembelajaran keterampilan bagi siswa penyandang disabilitas. **



