Tak Melaut, Nelayan di Kendal Bertahan Hidup dengan Beras Paceklik

Senin, 2 Februari 2026 | 21.00
nelayan kendal
Sebanyak 9.615 kilogram beras paceklik dibagikan kepada nelayan yang selama ini menjual hasil tangkapannya melalui lelang di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) se-Kabupaten Kendal. (Edhot)

beras paceklik disalurkan kepada nelayan yang aktif melelangkan ikan di lima TPI Kabupaten Kendal karena mereka tak melaut.

KENDAL, puskapik.com - Cuaca ekstrem yang membuat nelayan sulit melaut tak sepenuhnya memutus penghidupan mereka.

Di Kabupaten Kendal, solidaritas nelayan justru hadir lewat pembagian beras paceklik yang dikumpulkan dari hasil jerih payah mereka sendiri.

Sebanyak 9.615 kilogram beras paceklik dibagikan kepada nelayan yang selama ini menjual hasil tangkapannya melalui lelang di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) se-Kabupaten Kendal.

Baca Juga: Polres Tegal Beri Sanksi 40 Pelaku Tawuran Wajib Lapor Setiap Hari, Mayoritas Pelajar

Beras tersebut berasal dari simpanan nelayan yang dikumpulkan setiap kali transaksi lelang ikan, dan dibagikan secara rutin setahun sekali.

Ketua KUD Mina Jaya Kendal, Pudjiharto, menjelaskan bahwa beras paceklik disalurkan kepada nelayan yang aktif melelangkan ikan di lima TPI, yakni TPI Tawang, Sendangsikucing, Bandengan, Karangsari, dan Tanggulmalang. Pembagian telah dimulai sejak Minggu (1/2/2026) di TPI Tawang.

“Besaran beras yang diterima masing-masing nelayan disesuaikan dengan transaksi lelang yang dilakukan selama setahun,” kata Pudjiharto, Senin (2/2/2026).

Selain beras paceklik, KUD Mina Jaya juga telah menyalurkan dana saving kepada nelayan dan bakul ikan. Dana tabungan tersebut dibagikan dua kali dalam setahun, yakni sekitar bulan Juni dan Januari, sebagai bentuk perlindungan ekonomi saat nelayan menghadapi masa sulit.

Menurut Pudjiharto, pembagian beras dan dana saving menjadi langkah tanggap KUD Mina Jaya dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem yang berdampak langsung pada aktivitas melaut.

Baca Juga: PN Kendal Jadwalkan Sidang Putusan Terdakwa Kasus Pembunuhan Baladiva

“Dalam kondisi ekstrem seperti sekarang, kami berupaya hadir memberi pelayanan dan perlindungan kepada nelayan melalui pembagian tabungan dan beras paceklik,” ujarnya.

Proses pembagian beras paceklik ini turut melibatkan tokoh nelayan, rukun nelayan, serta Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kendal, guna memastikan penyaluran berjalan tertib dan tepat sasaran.

Harapannya, bantuan tersebut dapat meringankan beban nelayan yang terpaksa berhenti melaut akibat cuaca yang tidak bersahabat.

“Semoga beras paceklik ini bisa membantu kebutuhan sehari-hari nelayan, khususnya saat mereka tidak bisa melaut,” tambah Pudjiharto.

Manfaat bantuan tersebut dirasakan langsung oleh nelayan. Ketua Rukun Nelayan Desa Gempolsewu, Nuryanto, mengaku beras paceklik sangat membantu, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait