Tinjau Banjir Bandang Pemalang, Taj Yasin Dorong Penguatan Hutan Lindung

Senin, 26 Januari 2026 | 06.24
Wakil Gubernur Jateng dan Bupati Pemalang Meninjau Lokasi Banjir Bandang Pemalang
Wakil Gubernur Jateng dan Bupati Pemalang Meninjau Lokasi Banjir Bandang Pemalang

Wagub Jateng Taj Yasin meninjau lokasi terparah banjir bandang Pemalang dan mendorong pemerintah pusat memperkuat hutan lindung di lereng Slamet.

Ia menilai, momentum bencana ini seharusnya dimanfaatkan untuk menyatukan langkah lintas daerah, khususnya lima kabupaten di sekitar kawasan hulu Gunung Slamet, agar bersama-sama mengajukan penguatan status dan pengelolaan hutan lindung.

Baca Juga: Cuaca Buruk, Pencarian Dua Korban Longsor di Bongas Pemalang Ditunda

“Nah, momen ini sebenarnya pas untuk bagaimana menyatukan dari lima kabupaten ini untuk berbicara bersama-sama, mengirim bersama-sama berkasnya untuk hutan lindung benar-benar harus kita kuatkan," jelasnya.

Sebagian informasi, Bencana banjir melanda wilayah Kabupaten Pemalang, tepatnya di Kecamatan Pulosari dan Kecamatan Moga, sebagai dampak hujan ekstrem yang mengguyur lereng Gunung Slamet sejak Jumat malam, 13 Januari 2026.

Baca Juga: Longsor di Bongas Watukumpul Pemalang, Dua Orang Tertimbun

Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan meluapnya Sungai Kali Soso, Kali Penakir, dan Sungai Gintung, sehingga air menggenangi permukiman warga serta merusak infrastruktur di sejumlah desa.

Berdasarkan pendataan sementara, 252 kepala keluarga atau 911 jiwa terdampak langsung oleh bencana ini.

Untuk menampung warga yang mengungsi, pemerintah menyiapkan beberapa titik pengungsian, yaitu Kantor Kecamatan Pulosari yang menampung 148 jiwa, Gedung PC NU sebanyak 381 jiwa, serta SDN 02 Penakir dengan 30 jiwa pengungsi.

Satu orang dilaporkan meninggal dunia di Desa Penakir, Kecamatan Pulosari. Selain itu, dua orang warga Desa Bongas, Kecamatan Watukumpul, masih dalam proses pencarian. Lalu, tujuh orang warga Desa Sima, Kecamatan Moga, mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis.

Banjir juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah infrastruktur vital. Jembatan Walim dan Jembatan Beser di Desa Gunungsari yang merupakan penghubung Dusun Silegok–Sipendil dilaporkan terputus.

Halaman 2 dari 3

Artikel Terkait