Dikenal sejak Era 70 an, Mie Tek Tek Goreng Legendaris di Depan BRI Brebes Laris Manis, Pas Disantap Malam Hari

Jumat, 12 September 2025 | 18.41

BREBES, puskapik.com - Siapa yang tak suka mie tek tek?. Kuliner yang satu ini banyak yang meminati. Terutama, mereka yang punya hobi nongkrong hingga larut malam. Kuliner ini pasti yang diburu untuk ...

BREBES, puskapik.com - Siapa yang tak suka mie tek tek?. Kuliner yang satu ini banyak yang meminati. Terutama, mereka yang punya hobi nongkrong hingga larut malam. Kuliner ini pasti yang diburu untuk menemani aktivitas santainya. Termasuk, di Kota Brebes, Jawa Tengah. Mie tek tek menjadi favorit menu malam hari. Meski banyak penjual mie tek tek di Kota Bawang, tetapi, ada satu penjual mie tek tek yang sangat dikenal dan legendaris. Lolasinya, di tepi jalan Sultan Agung Kota Brebes, tepatnya, di depan BRI cabang Brebes. Selain rasanya yang enak, dengan cita rasa yang khas, mie tek tek depan BRI Brebes ini, porsinya juga pas di perut. Bagi warga Brebes yang lahir di era 70-80 an, pasti sangat kenal dengan mie tek-tek di depan BRI Brebes ini. Itu karena kuliner ini lah yang menjadi pilihan utama saat membutuhkan makan di malam hari. Bahkan, kerap juga menjadi menu andalan saat menemani begadang. Setiap malam, mie tek tek yang dijual dengan gerobak dorong dan mangkal ini, selalu ramai pembeli. Bahkan, calon pembeli harus rela mengantre. Mie tek tek ini selalu diburu, karena memang berbeda dengan mie tek tek pada umumnya. Tidak hanya pada rasa mie yang gurih, potongan ayam sebagai campuran juga berbeda. Ini karena menggunakan ayam kampung yang dagingnya kenyal dan empuk. Adalah Taslim, sosok penjual mie tek tek ini. Warga Keluraham Pasarbatang Brebes ini mengaku, merintis usahanya ini sudah sejak tahun 1968. Ia bercerita, kali pertama terjun berjualan mie tek tek hanya sebatas membantu kakaknya yang berjualan mie tek tek dan mangkal di kampung Saditan Kelurahan Brebes. Namun dari membantu berjualan ini, Taslim justru termotivasi semangat kakaknya. Sebab, dari berjualan mie tek tek ini, mampu mengangkat perekonomian keluargan. Bahkan, hingga anak-anaknya sukses dan mampu membeli mobil. "Sudah sejak tahun 1968 saya berjualan mie ini. Awalnya hanya membantu kakak," tutur Taslim. Dari yang dikakukan kakaknya ini, Taslim memgikuti, berani memutuskan untuk berjualan sendiri. Kali pertama berjualan mie tek-tek, ia berkeliling kampung. Jualan keliling itu, ia geluti hingga 12 tahun lamanya. Di tahun 1977, Taslim mulai mangkal, hingga akhirnya mendapat lapak di depan BRI Brebes. "Dulu, sebelum mangkal di sini, saya jualan keliling. Ya, sekitar 12 tahunan jualan keliling. Setelah itu, baru mangkal," kata Taslim. Taslim saat ini berjualan mulai pukul 18.30 WIB dan tutup 01.00 WIB. Uniknya, ketika ia tidak mendapatkan bahan daging ayam kampung untuk irisan mie tek tek, malah memilih libur. Ini di tempuh untuk menjaga cita rasa dan kepuasan pelanggannya. "Kalau saat ini sih, rata-rata saya melayani hingga 100 porsi setiap harinya. Kalau saya tidak dapat bahan ayam kampung, ya milih libur dulu jualannya," ujar Taslim. Untuk satu porsi mie tek-tek, baik mie gorong atau rebus, Taslim mematok hanganya cukup bersahabat. Yakni, hanya Rp 15.000/ porsi. Selain mie tek tek, ada juga nasi goreng dan nasi goren oplos, harganya juga sama hanya Rp 15.000/ porsi. "Untuk usahan seperti ini, kuncinya sabar dan pasrah. Saya menyadari hanya mampu berjualan mie tek tek jadi saya syukuri," pesan Taslim. Nah, bagi yang sedang berkunjung ke Kota Brebes, tidak salahnya mampir ke mie tek tek legendaris ini. Selamat mencoba. **

Artikel Terkait