5 Progres Pekerjaan Jalan dan Jembatan di Kabupaten Tegal, Ini Penjelasannya

Rabu, 12 November 2025 | 21.04

TEGAL, puskapik.com - DPUPR Kabupaten Tegal terus melakukan penetrasi terhadap penyedia jasa yang mengerjakan pembangunan jalan dan jembatan, karena tahun anggaran 2025 tinggal menyisakan sekitar 1,5 ...

TEGAL, puskapik.com - DPUPR Kabupaten Tegal terus melakukan penetrasi terhadap penyedia jasa yang mengerjakan pembangunan jalan dan jembatan, karena tahun anggaran 2025 tinggal menyisakan sekitar 1,5 bulan. Namun demikian, lima program unggulan Bupati Tegal tersebut, telah menunjukan trend positif. Kelima pekerjaan yang dikelola Bidang Jalan dan Jembatan DPUPR Kabupaten Tegal, yakni peningkatan jalan Jalingkos-Kendalserut, pembangunan Jembatan Sokasari, peningkatan Jalan Balamoa-Bader, peningkatan Jalan Balamoa-Kemantran, dan peningkatan Jalan Balamoa-Pangkah. "Sesuai dengan surat laporan dari konsultas pengawas, bahwa progres empat kegiatan peningkatan jalan mengalami deviasi plus," kata Kepala DPUPR Kabupaten Tegal, Teguh Dwijanto R melalui Plt Kabid Jalan dan Jembatan, Waedi, Selasa 11 November 2025. Dikatakan, peningkatan jalan Jalingkos-Kendalserut dengan konsultan dari CV Rancang Prima Konsultan dan penyedia jasa CV Safrida mengalami perkembangan sangat baik. Hingga Minggu ke-15 pada 2-8 November 2025, peningkatan jalan Jalingkos-Kendalserut telah mencapai realisasi 98,992 persen. Sedangkan target yang direncanakan hingga Minggu ke-15 sekitar 98,069 persen. Pekerjaan itu mengalami deviasi atau surplus pekerjaan 0,923 persen dengan nilai kontrak Rp3,4 miliar. "Waktu Pelaksanaan 150 hari kalender mulai 22 Juli 2025 hingga 18 Desember 2025," terangnya. Lebih lanjut dikatakan, hingga Minggu ke-16 atau tanggal 3-9 November 2025, progres pembangunan Jembatan Sokasari telah mencapai 78 persen. Padahal, dalam rencana kegiatan harusnya sudah mencapai 81,23 persen. Kondisi itu membuat pembangunan Jembatan Sokasari mengalami keterlambatan sekitar 3,32 persen. "Pekerjaan saat ini sedang perakitan pembesian abutment, pencetakan bekisting dan pengecoran beton abutment," terangnya. Dengan keterlambatan itu, lanjut dia, penyedia jasa diminta untuk mengejar pekerjaan abutment guna mencapai pekerjaan perakitan jembatan sesuai time schedule. Diharapkan di minggu depan mengejar keterlambatan progres. Sementara itu, kata dia, kegiatan peningkatan Jalan Balamoa-Bader progres realisasi telah mencapai 87,550 persen dari progres rencana sekitar 84,496 persen. Pekerjaan mengalami surplus deviasi sekitar 3,054 persen. Selain itu, untuk pekerjaan peningkatan Jalan Ruas Balamoa-Kemantran yang dilaksanakan oleh CV Dwikarsa Mandiri sampai dengan Minggu ke-14 tanggal 2-8 November 2025 telah mencapai realisasi 98,145 persen. Padahal, rencana capaian di Minggu ke-14 hanya 58,738 persen dengan surplus deviasi 40,397 persen. "Pekerjaan Balamoa-Pangkah realisasi 98,79 persen dari rencana 84.30 persen, sehingga surplus deviasi 24,49 persen," pungkasnya. **

Artikel Terkait